NMAA News – Serial TV legendaris Catatan Si Boy (1987) menginspirasi banyak orang. Terutama generasi 80an ketika film yang menceritakan dinamika hidup seorang Boy yang diperankan Onky Alexander menghadapi kerasnya Ibu Kota Jakarta.
Beberapa karakter dan gaya tokoh utama tersebut banyak digandrungi para penggemarnya. Tak terkecuali, mobil BMW 318i E30 miliknya. Yup, sedan milik Mas Boy ini mulanya hadir dalam versi coupe sebagai model penerus E21, kemudian lahirlah versi empat pintu. Popularitasnya kian meroket memasuki era 80an hingga 90an, belum lagi tampilan khas sedan mewah berukuran kompak.
Salah seorang car enthusiast, William J. Wiryadi mengaku, kehadiran BMW E30 dalam serial tersebut juga menginspirasinya. Maklum, saat itu dia masih duduk di bangku sekolah dasar yang hanya bisa berharap di kemudian hari bisa memiliki mobil tersebut dan dimodifikasi.

“Catatan si Boy itu film legendaris ya, di benak saya ada sebuah kenangan yang membekas ketika melihat E30 milik Boy. Nah, E30 lansiran 1991 ini kebetulan mobil kedua yang saya punya. Karena sebelumnya saya sempat punya juga, tapi sempat tidak terpikir untuk dimodifikasi waktu itu,” ujar William ketika ditanyai oleh NMAA, Selasa (20/7).
Sederet ubahan modifikasi BMW E30 ini memang terlihat istimewa, sekeliling eksterior dibuat gelap dari warna cat Silver menjadi Agate Gray. Meski tanpa kesan shiny, justru hasil kelir ulang garapan FA Autoworks inilah membuat William semakin menjagokan mobilnya.

Modifikasi eksterior diikuti aksesori didapat dari sejumlah bengkel. Lihat saja, bumper depan serta kidney grill berkelir hitam memancarkan aura sedan Eropa yang kentara. Sederet parts tersebut didapat langsung dari Euro Corner.
Melirik ke sektor visibilitas, reflektor lampu depan sudah menggunakan model smoke dari Aristia Golden Motor. Kedua lampu sein juga mengalami pergantian usai mendapatnya marketplace online.
Tak kalah menarik, bagian velg tentunya bukan parts BMW. Tapi, sentuhan tangan dingin rumah modifikasi ZC Distromotive membuat velg kaleng berukuran 15×7 di depan dan 15×8 di belakang tampak istimewa. Mengusung PCD 4×100, velg ini juga dilengkapi dop velg BMW.
Supaya dapat grip terbaiknya, dijahit rapi oleh ban Accelera 195/55 R15 di bagian depan dan 205/55 R15 di bagian belakang. Lalu racikan kaki-kaki besutan Andri ‘Jap Wheel’ cukup ditempuh lewat penggantian per sokbreker.

Memasuki ruang interior, kesan retro nan sporty mudah dikenali dari dua buah bangku kemudi Recaro lansiran 1991. Berlanjut ke tampilan setir kemudi MTech yang cukup manis terpasang di posisi kokpit.
Sedangkan perangkat hiburan masih mengandalkan sistem audio orisinal Blaupunkt. Sesuai period correct E30, head unit mekanis masih terpasang untuk memutar kaset pita.

“Semua objek modifikasi hampir tidak ada kendala. Karena, mesin dan kelistrikannya sudah bagus. Hanya saja, untuk menyempurnakan hasilnya kita sesuaikan dengan jadwal operasional bengkel di masa Pandemi sekarang ini dengan total pengerjaam sekitar 3 bulan,” ujar dia.
Terakhir, mesin empat silinder segaris SOHC 8 katup berkapasitas 1.800cc ini mampu menghasilkan tenaga 113 dk yang disalurkan melalui transmisi manual 5 percepatan berpenggerak roda belakang. Torsi puncaknya dapat mencapai 163 Nm.
Memiliki kode M40, mesin tersebut sudah disegarkan kembali. Usai mendapat service dan perawatan khusus dari bengkel Aep ‘Batununggal’. Kemampuan akselerasinya standarnya dari diam hingga 100 Kpj ditempuh dalam waktu 11 detik. Mesinnya dapat melesat optimal hingga 174 Kpj.


