Punya Fungsi Hampir Sama, Ini Perbedaan Mencolok Spacer dan Adaptor

0
- Advertisement -

NMAA News – Setelan kaki-kaki jadi objek modifikasi menyenangkan bagi para petrolhead, beragam model dan jenis velg aftermarket selalu diburu untuk meningkatkan tampilan dan performa. Tren positif ini di industri otomotif dan modifikasi  Indonesia, direspon langsung dengan pertumbuhan pasar aftermarket lokal. Terutama velg sebagai komoditas paling diburu.

Tapi, kesulitan mengganti velg aftermarket harus memerhatikan penyesuaian jumlah baut, PCD dan Offset. Apalagi jika ingin mengganti dengan ukuran velg lebih besar atau jumlah baut berbeda.

Biasanya kondisi tersebut dapat diakali dengan pemasangan spacer atau adaptor. Kedua piranti ini secara teknis dapat mengakomodir ubahan velg. Dapat juga dibuat custom khusus untuk menyesuaikan ubahannya.

Secara fungsi spacer dipasang untuk mengecilkan angka ET supaya velg lebih keluar, jadi bisa menyesuaikan dengan rata ideal. Asalkan jumlah lubang dan PCD sama.

Sedangkan adaptor sebetulnya untuk mengubah PCD dari bawaan standar. Walaupun bisa ditempuh dengan menambah lubang PCD , tapi cara  ini  tidak disarankan.

Misalnya, pemasangan adaptor lebih rumit karena membuat PCD dan Offset baru. Nah, membuat dudukan baru agar presisi dengan velg yang dipasang.  Itu pun tidak bisa terlalu jauh dari ukuran standar, supaya tetap nyaman dipakai. Contohnya, Avanza PCD 4×114.3 ET 50 mm ganti ke lobang velg lobang 5×114,3 atau 5×112. Karena velg tiap mobil punya ukuran bervariasi. Sedangkan versi aftermarket itu ukurannya universal.

Dari segi bahan, satu set spacer biasanya dibuat menggunakan bahan alumunium, sedangkan satu set adaptor dibuat menggunakan besi tebal. Fungsi lain diantaranya, penggunaan spacer ditempuh untuk pemasangan sistem pengereman Big Brake Kit (BBK). Sedangkan adaptor kerap dihubungkan dengan mengatur tingkat kemiringan sudut poros roda, atau biasa dikenal Camber.

Foto: freepik

Penggantian velg aftermarket sesuai dengan PCD bawaan yang sama wajib memasang center ring karena biasanya center bore berukuran universal. Khusus untuk mobil dengan PCD yang sama sebaiknya menggunakan spacer nok. Yaitu kombinasi antara spacer dan center ring. Sehingga velg  dapat duduk stabil di hub roda.

Tidak sedikit yang melakukan modifikasi kaki-kaki tanpa menggunakan kedua piranti tersebut. Apalagi, komponen roda sudah disesuaikan dengan hitungan paling ideal dari pabrikan. Khusus pemasangan spacer nok direkomendasikan dengan ketebalan kira-kira 15 mm.

Sebaiknya selain model ketahui juga spek velg seperti PCD, diameter, dan keperluan penggunaan center ring untuk kepresisian pemasangan ini sudah paling dasar kalau ingin modifikasi velg.

- Advertisement -