Segera Meluncur di RI, Kenali Dulu Beberapa Keunggulan Mitsubishi Outlander PHEV

0
Dari sisi tampilan, mobil berjenis crossover plug-in hybrid tampa memiliki paras identik dengan generasi sebelumnya | Foto: motor1.com
- Advertisement -

NMAA News – Memasuki gempuran berbagai produk mobil bermesin mutakhir, Mitsubishi juga ikut larut dalam skema kompetisi kendaraan pabrikan Jepang yang mulai melejit dengan mesin PHEV.

Limpahan tenaga tersalurkan melalui sistem powertrain serta daya baterai yang lebih besar. Di atas kertas, mesin 4 silinder 2.4 liter mampu menghasilkan tenaga sebesar 126 dk dan torsi 201 Nm. Ubahan tersebut menggantikan mesin 4 silinder 2.0 liter dengan produksi tenaga 117 dk dan torsi 186 Nm.

Foto: motor1.com

Motor listrik di bagian roda belakang kini ditingkatkan hingga mampu menghasilkan 94 dk, dari komponen motor listrik di generasi sebelumnya yang mampu menyemburkan 80.5 dk. Sistem pembaruan motor listrik ini diikuti dengan peningkatan perangkat lunak supaya dapat menambah kesenyapan suara mesin. Selain itu, tersedia mode berkendaraSport dan Snow.

Konfigurasi jantung pacu Outlander 2021 lebih bertenaga dengan raihan output menyeluruh hingga mencapai 221 dk. Menyoal peningkatan tersebut, Mitsubishi mengklaim raihan angka kecepatan maksimum dengan mode EV dapat menembus 134 Km/h.

Foto: motor1.com

Sedangkan daya baterai Outlander PHEV kini diperluas menjadi 13.8 kWh. Baterai tersebut memungkinkan daya tempuh lebih jauh dari sebuah mobil listrik murni hingga mencapai 39 kilometer.

Untuk kenyamanan mengemudi, Outlander PHEV dilengkapi tiga mode berkendara. Yaitu EV Drive Mode, Series Hybrid Mode dan Parallel Hybrid Mode. Saat menggunakan EV Drive, motor akan menggerakkan kendaraan menggunakan tenaga listrik dari baterai.
Penggunaan tenaga listrik ini membuat kendaraan tidak mengkonsumsi bahan bakar
sehingga lebih ramah lingkungan.

Khusus Hybrid Mode, sistem akan menghidupkan perpaduan tenaga listrik dan mesin. Ketika energi di baterai turun pada level tertentu, secara otomatis mesin gasoline 2.4 L akan menghasilkan listrik untuk baterai.

Foto: motor1.com

Sementara itu, menggunakan Parallel Hybrid Mode, mesin akan melaju dengan bantuan motor saat kendaraan membutuhkan ekstra tenaga seperti menyalip pada kecepatan tinggi atau situasi lain yang membutuhkan akselerasi lebih cepat.

Supaya dapat menamapk di segala medan, Mitsubishi membekali Outlander PHEV dengan sistem Super All Wheel Control (S-AWC). Sistem ini merupakan kendali terintegrasi yang mampu menyalurkan grip optimal ke bagian roda.

New Outlander PHEV juga semakin nyaman dan aman dengan berbagai fitur
seperti Reinforced Impact Safety Evolution (RISE) dan Advanced Driver-Assistant
System (ADAS) yang terdiri dari tujuh SRS airbag, ASC (Active Stability Control), FCM
(Forward Collision Mitigation System) dan BSW (Blind Sport Warning).

Teknologi dan fitur tersebut membuat New Outlander PHEV sebagai World Best-Selling Plug-in Hybrid Vehicle serta Europe’s Best-Selling Plug-in Hybrid Vehicle dari tahun 2015-
2018 3 . New Outlander PHEV juga mendapat skor lima bintang dari ASEAN NCAP
(New Car Assessment Program) dari sisi ketahanan dan keamanannya.

- Advertisement -