Luncurkan Sederet Mobil Performa, Begini Awal Mula Kiprah BMW M

NMAA News – Divisi Balap BMW M Division telah hadir selama hampir 50 tahun memuaskan hasrat para penggila kecepatan. Divisi khusus pabrikan kendaraan asal Jerman itu didedikasikan untuk menciptakan jantung pacu untuk keperluan balap maupun harian. Tahap personalisasi khusus terdiri dari sejumlah paket peningkatan.

Kepopuleran divisi balap M kadung dikenal para petrolhead dari desain livery ikonik  tiga warna (biru terang, merah, dan ungu). Ketiga tersebut merupakan representasi kemitraan BMW dan Texaco, dilengkapi dengan tulisan Bavaria Motor Works. Di bawah naungan BMW M mobil-mobil balap BMW dikembangkan untuk mengeluarkan performa terbaik untuk “mengintimidasi” kompetitor di lintasan.

BMW M bermula pada 1972 di unit kendaraan BMW M1. Sejak saat itu, merek tersebut telah merilis serangkaian model berorientasi kinerja memukau di divisi M. Mobil yang dirancang oleh Paul Bracq dan Giorgetto Giugaro ini pertama kali  diluncurkan di Paris Motor Show pada tahun 1978. Unit kendaraan berbentuk coupe tersebut punya spesifikasi mesin enam silinder  segaris dengan raihan tenaga sebesar 277 dk. Tak lama setelahnya, BMW 3.0 CSL berhasil memenangi balap ketahanan Nurburgring 24 jam serta kejuaraan balap touring Eropa.

BMW M sendiri baru menyediakan mesin untuk F1 pada 1982 dan meraih kemenangan pada tahun berikutnya. Melahirkan jajaran pebalap tangguh untuk bersaing dalam seri satu kali, Procar. Meskipun menarik banyak pebalap seperti Hans-Joachim Stuck, Niki Lauda dan Nelson Piquet, seri ini hanya bertahan selama dua tahun.

Mencoba peruntungan di segmen kendaraan produksi massal. BMW hadirkan versi M535i yang merupakan pendahulu E5 M5. mobil yang dianggap sebagai mobil M pertama untuk penggunaan di jalanan perkotaan. Juga merupakan varian performa tinggi dari sedan 5-seri BMW yang populer. Unit mobil M535i menelan mesin M30B34 3.5-liter 215 dk . Beberapa tambahan komponen untuk dongkrak performa disematkan, hingga menambah aura sport, seperti menggabungkan kursi Recaro, rem lebih besar, gardan limited slip differential, dan transmisi close ratio.

Dalam kurun waktu empat tahun, M635CSi diluncurkan. In house tuner tersebut mengaplikasikan sentuhan spekta di seri keenam, karena dinilai cocok untuk mendudukan mesin M88 / 3 baru yang mampu menyemburkan tenaga hingga 282 dk. Unit M635CSi dapat menjangkau 158 mph. M5 pertama, berdasarkan pada seri 5-generasi E28, menetapkan blue print sedan berperforma tinggi. Menggabungkan fitur terbaik dari seri kelima: kenyamanan, penyempurnaan bodywork dan kualitas sense of building.

Lanjut ke 1986, BMW M mencapai puncak popularitas dengan peluncuran E30 M3. Punya spesifikasi  mesin empat silinder 2.300 cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 192 dk. Mobil yang sempat dimiliki oleh mendiang Paul Walker ini punya harga gelap di pasaran.

Dari segi tampilan M3 diciptakan dengan bodywork bagian belakang yang lebih spesial, dibandingkan dengan seri 3 lainnya. Body buritan yang kotak, dan wing rear . Karena spesifikasi khusus, BMW E30 M3 dibawah regulasi FIA Group A menetapkan angka produksinya hanya 5000 unit, dan angka tersebut saat itu melebih kemampuan departemen BMW Motorsports. Sehingga produksi M3 dimulai di pabrikan BMW Munich per September 1986.

Unit tersebut sempat memboyong rekor dan juara di dunia balap Eropa serta World Touring Car Championship. Hingga menempatkan di posisi tersendiri pada ranah motorsport. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1998 BMW M5 E34 dengan sasis bawaan dari 535i. Mesin enam silinde segaris dapat menyemburkan tenaga sebesar 311 dk ,berkapasitas 3,6 liter.

BMW 850CSi diluncurkan untuk mengembangkan pangsa pasar supercar. Mesin 850i disetel lebih luas sehingga BMW memberinya kode mesin baru,S70. Mesin V12 berkapasitas 5.6 liter dianggap fenomenal karena merupakan satu-satunya mobil M yang memiliki fitur 12 silinder yang dapat menyemburkan  375 dk membuatnya optimal untuk menempuh kecepatan 155 mph. Mobil andalan BMW satu ini telah diimplan komponen canggih sistem penggerak empat roda (all wheel drive).

Memasuki 1992, saat M3 E36 diluncurkan merupakan masa tersulit pabrikan untuk mengembangkan kendaraan. Dibalik kap mesin dua silinder lebih dari E30 empat-pot. Selain itu terdapat  versi coupe, convertible dan saloon. Hadir  dengan mesin berkapasitas 3,0 liter enam silinder segaris  yang dapat menghasilkan tenaga 282 dk, tetapi kemudian pada 1995 model ini memperoleh 3,6 liter enam silinder segaris yang mampu meningkatkan tenaga sebesar 316 dk. E36 M3 disebut-sebut sebagai salah satu mobil penanganan terbaik tahun sembilan puluhan, dan pada tahun 1997 memperkenalkan BMW’s Sequential Manual Gearbox.

Selain itu, di tahun yang sama, BMW E36 M3 Lightweight diluncurkan untuk pasar Amerika Serikat, yang sampai saat ini dianggap sebagai M3 paling spesial. Diproduksi untuk mendapat homologasi balap, maka tak heran kabarnya cuma 126 unit dijual. Ciri khas BWW E36 M3 Lightweight bisa dilihat dari eksteriornya yang memakai warna Alpine White dengan tambahan aksen livery sticker bermotif chequered flag dalam kombinasi tiga warna. Sektor kaki-kaki juga mendapat sentuhan dengan penambahan strut bar, lower cross-brance, dan per pendek untuk menemani komponen rem berbahan ringan serta velg forged 17 (7,5+8,5) inci dalam balutan ban 235/40R17.

BMW E36 M3 Lightweight menggendong unit enam silinder in-line berkapasitas 3.0-liter, yang mampu menyemburkan tenaga sebesar 240 hp dan 305 Nm. Mesin tersebut dipasangkan dengan transmisi manual lima percepatan bersistem penggerak roda belakang (RWD). Konfigurasi ini mampu melesatkan mobil dari 0-100 km/jam dalam tempo 5,7 detik, sebelum menembus kecepatan tertinggi 236 km/jam.

Pada tahun 1998, BMW M merilis M Roadster dan Coupe di unit E36 M3 Evo, dan E39 M5, sebuah mobil yang dibuat dalam jumlah yang jauh lebih besar dari pendahulunya dan dibangun di jalur perakitan yang sama dengan seri-5 reguler. Daya sekarang hingga 394 dk dari V8 4,9 liter dan 0-60 mph baru yang dikirim dalam 4,8 detik.

pada 1995  E60 M5 menampilkan V10 500 dk yang dirancang untuk menghubungkan mobil dengan upaya Formula Satu BMW. Itu adalah sedan empat pintu tercepat pada saat dirilis. Mampu 200mph de-dibatasi, itu hanya tersedia dengan gearbox manual sekuensial SMG III. Ini membanggakan sejumlah teknologi untuk memvariasikan kecepatan perpindahan gigi, dan pengemudi dapat menyesuaikan output daya saat bepergian.

Memasuki era millenium, generasi ketiga M3, E46 rilis dengan mesin berkapasitas 3,2 liter enam silinder segaris yang mampu menyemburkan tenaga 338 dk. Dengan waktu 0-62 mph dari 5.1sec dan terbatas hingga 155 mph. Versi balap dari E46 M3 menggendong mesin 4.0-liter V8 bertenaga 450 hp yang diturunkan pada American Le Mans Series (2001). Selain itu, terdapat E46 M3 CSL dengan bobot yang lebih ringan, 1.385 kg, berkat penggunaan material plastik yang diperkuat serat karbon yang dikomposisikan dengan opsi weight reduction. Mesinnya juga menghasilkan tenaga lebih dibandingkan versi biasa, dengan daya puncak 360 hp.

BMW M3 yang dibangun atas basis Naturally Aspirated, coupe E92 memulai debutnya pada tahun 2007 dengan V8 4.0-liter mengelarkan tenaga 414 bhp pada kecepatan 8300 rpm. Dilanjut dengan saloon E90 empat pintu. Model ini juga menyaksikan debut gearbox kopling kembar M-DCT BMW. E92 berfungsi sebagai platform untuk GTS. Hanya 250 yang dibangun, dan ditenagai oleh V4 444 dk berkapasitas  4.4-liter.

Era kemunculan SUV BMW yang diisi oleh X5 M dan X6 M keduanya mengemas 558bhp 4.4 liter V8. Pesaing Porsche Cayenne Turbo mengembalikan performa yang luar biasa, mengirim 62mph dalam waktu sekitar 4,5 detik, tetapi berpisah pendapat apakah model berkuda pantas untuk membawa penunjukan yang sama dengan M3 dan M5.

Sedangkan pengembangan unit kendaraan saat ini, M Division meluncurkan M8, yang tiba dalam bentuk coupé, convertible, dan Gran Coupé. Menggendong mesin V8 twin-turbo 4.4-liter yang sama dengan M5 untuk menghasilkan 616bhp meteorik. Lebih dari M5 dua pintu, itu adalah upaya BMW untuk mengungguli Bentley, Aston Martin dan dominasi Mercedes-AMG dari ruang grand tourer.

Belum lama ini BMW meluncurkan varian competition, yakni BMW X3 M Competition dan BMW X4 M Competition. Penambahan varian kendaraan BMW M GmbH di segmen SAV dan SAC ukuran sedang juga tandai kemunculan mesin in-line enam-silinder terbaru. Mesin ini sangat tonjolkan karakter BMW M high-revving yang terkenal, pembaruan teknologi BMW M TwinPower Turbo terkini, plus sistem pendingin dan oil supply yang teruji di lintasan balap. Dengan varian bi-turbo yang dikembangkan khusus untuk BMW X3 M Competition dan BMW X4 M Competition, mesin ini menghasilkan tenaga 510 hp, lebih besar 30 hp dari varian non-Competition.

Inovasi terbaru dari teknologi BMW M TwinPower Turbo ini adalah dua turbocharger mono-scroll. Masing-masing memasok udara tekan ke silinder 1 – 3 dan 4 – 6. Output mesin semakin ditingkatkan melalui penggunaan kompresor lebih canggih dan intercooler yang dipasok sebuah sirkuit suhu rendah. Sistem asupan udara optimal, pengendali  wastegate elektronik untuk tingkatkan efektivitas catalytic converters.

Related Articles

Stay Connected

22,587FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles