Rajin Ganti Oli, Kunci Kondisi Mesin Sehat dan Optimal Kinerjanya

0
- Advertisement -

NMAA News – Selama masa pandemi, banyak kendaraan pribadi lama diam di garasi. Kadang, situasi ini membawa dampak negatif pada pemilik mobil, yakni segan atau lupa merawat kendaraannya. Terutama mengenai oli mesin yang memegang peran sangat penting, meskipun kendaraan bermotor tidak dipakai dalam jangka waktu lama.

Fungsi Oli Mesin

Mengapa oli mesin memegang peran sangat penting sebuah kendaraan? Hal utama wajib diketahui, fungsi oli mesin itu sendiri. Sebagian pemilik mobil hanya tahu fungsi oli mesin sebagai pelumas antar komponen mesin yang saling bergesekan mengurangi risiko aus sehingga bergerak optimal sepanjang waktu.

Dalam prosesnya, oli melarutkan kotoran dalam mesin dan membawanya ke filter oli untuk disaring. Kotoran ini timbul dari debu yang masuk melalui celah seal, bisa karena bocor atau sudah kemakan usia, dan akibat gesekan antar komponen dalam mesin berupa serpihan logam halus. Itulah mengapa filter oli mesin wajib diganti untuk menjaga kinerjanya agar optimal.

Fungsi lain pelumas adalah membantu mendinginkan mesin di mana panas yang timbul dari gesekan antar komponen di dalam mesin akan diteruskan oli mesin ke dinding blok mesin dan selanjutnya dilepaskan keluar. Senyawa kimia di oli mesin akan mencegah terjadinya karat pada komponen di dalam mesin untuk menjaga usia pakainya.

Dampak Buruk Tidak Mengganti Oli Mesin

Struktur senyawa kimia oli mesin pasti akan berubah dan kemampuannya dalam menunaikan tugas ikut menurun seiring beroperasinya mesin mobil, apalagi jika sering menghadapi kondisi berat seperti macet parah. Karena tidak bisa bekerja secara optimal melindungi komponen mesin, gesekan akan meningkat dan meninggalkan banyak residu.

Jika dibiarkan, kotoran akan menghambat kinerja mesin selain membuat komponen di dalamnya rusak lantaran fungsi utama oli mesin sudah berkurang. Residu berlebihan turut mempengaruhi kinerja pompa dan filter oli mesin. Di mana jika sudah parah dapat mengakibatkan keduanya mampat.

Kondisi ini akan menyebabkan fungsi oli lainnya, seperti membantu melepaskan panas mesin ikut berkurang dan membuat kerja radiator semakin berat. Hanya masalah waktu sebelum akhirnya mesin bermasalah dan rusak parah.

Membiarkan oli mesin tidak diganti dengan alasan mobil tidak pernah dipakai saat PPKM juga tidak tepat. Seiring waktu, senyawa kimia oli mesin mengalami perubahan terkait proses oksidasi alami terjadi. Masalahnya, kandungan air akibat oksidasi oli mesin akan meningkat hingga mencapai level berbahaya jika didiamkan.

Begitu mesin dinyalakan dan oli bekerja, kontaminasi air merusak senyawa oli dan menurunkan kemampuannya. Tinggal masalah waktu sebelum akhirnya mesin mobil bermasalah akibat pelumas gagal melindungi komponen mesin. Ruang mesin juga punya potensi timbul karat karena proses oksidasi. Jika dibiarkan, karat akan merambat ke berbagai komponen di mesin dan mengakibatkan kerusakan parah.

Melihat pentingnya tugas oli mesin, cairan pelumas ini harus selalu diawasi. Setidaknya pemilik mobil disarankan menggantinya waktu servis berkala setiap 6 bulan. Bagi pemilik Toyota, dapat melakukan servis berkala di rumah dengan memesan layanan THS – Auto2000 Home Service.

“Mobil jarang dipakai beraktivitas saat pelaksanaan aturan PPKM beberapa bulan ini. Namun, bukan berarti perawatan kendaraan terutama mengganti oli mesin bisa diabaikan mengingat fungsi pelumas vital dan risiko masalah kalau sampai alpa menggantinya sesuai aturan,” terang Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000, Jumat (3/9/2021).

- Advertisement -