Enam Tahapan Tuning Mesin Rotary Tanpa Forced Induction

NMAA News – Menyambut desas-desus bakal dihidupkannya kembali mesin Rotary di unit Mazda CX-30 mendatang. Meskipun kabarnya model terbaru ini menghidupkan rotary sebagai generator pengisi daya, di unit mobil bermesin rotary murni ada beberapa trik untuk dongkrak tenaga.

Simak dulu ulasan soal potensi modifikasi mesin legendaris tersebut. Untuk diketahui, mesin tanpa piston ini merupakan salah satu bahan terbaik untuk dipakai balapan karena potensi tenaganya yang besar.

Mazda Rotary Engine

Nah, langkah dasar tuning mesin Rotary adalah melakuan porting pada rotor housing-nya. Jika mengambil contoh mesin 13B RESI (Rotary Engine Super Injection) non-turbo milik Mazda RX-7 (135 hp), setidaknya  ada enam tahapan porting yang bisa dilakukan. Mulai dari standard, mild hingga tahap advance seperti monster port atau peripheral port. Semua langkah tersebut tidak menambahkan forced induction.

Pada standard port, saluran intake dan exhaust sudah dilakukan tahap porting, namun hanya sekedar menghaluskan saluran intake dan exhaust tanpa merubah bentuknya. Pada tahap standard port, mampu memberikan efisiensi flow bahan bakar lebih baik.

Mesin Rotary tuning 1

Setelah standard port, dikenal dengan istilah mild port. Pada tahap ini, proses porting sudah sedikit merubah bentuk dari saluran intake dan exhaust. Mild port, disarankan untuk dilakukan untuk tuning dengan gol performa di angkap 200-an hp. Respons mesin pun lebih cepat, namun sedikit mengorbankan konsumsi bahan bakar. Jika ingin lebih dahsyat, bisa dengan entend port, yakni memperbesar saluran intake dan exhaust. Tenaga pun terkatrol hingga 220-an hp.

Tahap porting lebih advance adalah bridge port atau biasa dikenal dengan “eyebrow” port. Proses ini adalah menambahkan lubang mirip alis mata di samping saluran intake dan exhaust. Pada tahap ini, putaran mesin pun sanggup teriak hingga 8.000 RPM dan maksimal untuk target tenaga di kisaran 260 sampai 280-an hp.

Mesin Rotary tuning 2

Bridge port sudah mulai mempengaruhi karakter mesin, seperti idle yang susah stabil dan suara mesin yang lebih berisik. Tahap advance lagi, bisa dengan J atau monster porting, yang mirip dengan bride port, namun bentuk alis pada saluran intake dan exhaust lebih besar. Cara ini adalah untuk menaikkan performa mesin yang telah menyentuh angka 300-an hp.

Tahap yang paling atas adalah peripheral port. Tahap ini tidak disarankan untuk penggunaan harian, dan umumnya digunakan untuk keperluan kompetisi. Pada peripheral port, membuat ulang saluran peripheral pada lubang intake, pada housing rotor dengan ukuran lebih besar. Hal tersebut ditujukan untuk target performa di atas 300 hp!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,587FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles