Ferrari Belum Berminat Pasang Teknologi Otonom di Unit Supercar

0
Foto: Carbuzz
- Advertisement -

NMAA News – Pabrikan Tesla membuat gebrakan baru dengan meluncurkan Full Self-Driving Beta belum lama ini. Berkat kecanggihan fitur tersebut, pengemudi dimudahkan untuk mengendalikan mobilnya saat berkendara. Karena masih dalam kategori otonom level 2, fitur ini masih memerlukan penanganan pengemudinya.

Meskipun begitu, kehadiran fitur kontroversial Tesla memungkinkan proses pengembangan lanjutan di sistem otonom level 5. Menerapkan kondisi mengemudi full otonom.

Bisa dibayangkan, jika teknologi tersebut hadir di unit supercar? Tentunya sensasi berkendara dari sederet mobil kencang tersebut memang terfokus pada pengendara. Apa jadinya jika dibenamkan ke unit supercar?

Foto: Carbuzz

Sebut saja Ferrari, salah satu merek otomotif penghasil supercar. Seperti dikutip dari Automotive News, pabrikan berlogo kuda jingkrak tersebut tidak tertarik dengan teknologi self-driving. “Akan menyedihkan memiliki mobil otonom Ferrari jika memang dihadirkan teknologi seperti itu,” kata bos salah seorang bos Ferrari John Elkann, saat ditanyai media pada konferensi Italian Tech Week.

Dia menegaskan bahwa Ferrari tidak akan bergabung di antara kendaraan self-driving di unit supercat Ferrari “Inti dari memiliki Ferrari adalah mengendarainya,” tegasnya.

Begitu pula tanggapan bos Tesla Inc, Elon Musk. Tentunya masih banyak para penggila kecepatan ingin mengendarai supercar di jalan raya tanpa hambatan. Alhasil, sejumlah tanggapan para petinggi otomotif tersebut kian memperjelas jika penerus LaFerrari dan supercar listrik pertama Ferrari menerapkan teknologi mobil otonom.

- Advertisement -