NMAA News – Pandemi yang melanda Indonesia membuat tingkat kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan semakin meningkat. Hal tersebut juga menggerakkan Asuransi Astra bersama para mahasiswa dalam ajang #AksiMudaIndonesia untuk turut serta berikan kontribusi terbaiknya dalam menciptakan kehidupan yang sehat dan sejahtera.
Selain fokus pada pilar kesehatan, Asuransi Astra juga mengajak seluruh mahasiswa di Indonesia untuk turut serta berikan aksi sosial berkelanjutannya pada pilar pendidikan, lingkungan, dan income generating activity. 12 finalis telah terpilih yang terdiri dari tiga finalis pada masing-masing pilarnya.
Untuk ketiga finalis dengan ide aksi sosial pilar kesehatan yang lanjut ke tahap berikutnya yaitu perwakilan dari STIKes Budi Luhur Cimahi, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Majalengka.
Finalis STIKes Budi Luhur Cimahi, merupakan perwakilan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa D3 Keperawatan. Mengusung program Lansia Sehati (Sehat dan Aktif) finalis mengawali programnya di Desa Galanggang, Jawa Barat melalui kegiatan bernama Lansia Sehat dan Lansia Aktif.
Dengan Pos Pelayanan Terpadu (Posbindu) sebagai salah satu aktivitas giat Lansia Sehat dan berbagai aktivitas sebagai bentuk terapi kognitif untuk giat Lansia Aktif, harapannya program ini menjadikan lansia dan keluarganya hidup mandiri memelihara kesehatannya. Sebagai bentuk aksi sosial berkelanjutan, para finalis ingin membawa program Lansia Sehati ini menyebar ke beberapa wilayah lainnya.
Bukti kepedulian pilar kesehatan juga ditunjukkan perwakilan mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Universitas Hasanuddin. Melihat masyarakat di Pulau Kodingareng, Sulawesi Selatan dinilai memiliki permasalahan mengenai gizi buruk, menggerakkan finalis turun langsung melakukan budidaya hidroponik di wilayah setempat.
Hidroponik dinilai menjadi solusi tepat karena tanah di pulau tersebut mayoritas berupa pasir dan tidak dapat ditanami tanaman. Dengan memberi edukasi, pelatihan, dan pendampingan membudidayakan tanaman hidroponik ini diharapkan membantu masyarakat terhindar dari gizi buruk dengan mengonsumsi hasil tanamannya tersebut.
Aksi sosial yang memberikan sebuah terobosan di bidang kesehatan hadir dari perwakilan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Informatika Universitas Majalengka. Melalui program SIMOISEN (Sistem Monitoring Infusan Pasien), para finalis memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memonitor infus pasien secara real time.
Berfokus membantu tenaga medis yang selama ini melakukan pemantauan kondisi cairan infus dengan cara harus mengunjungi kamar pasien, dengan SIMOISEN kini informasi kondisi cairan infus dapat dimonitor secara online melalui website. Inovasi karya anak bangsa ini diterapkan perdana di RSUD Majalengka yang didukung rekomendasi Dinas Kesehatan setempat di ajang #AksiMudaIndonesia.
Selama satu bulan para finalis diberikan waktu melancarkan aksi sosialnya dengan menyesuaikan kebijakan PPKM masing-masing daerah serta mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, di mana nantinya akan terpilih satu finalis terbaik dari masing-masing pilar yang dikompetisikan.
Tidak bergerak sendirian, Asuransi Astra memberikan bekal berupa modal serta pendampingan khusus dari mentor terpilih yang senantiasa mengarahkan masing-masing ide finalis agar dapat berikan dampak sosial berkelanjutan yang maksimal.
“Untuk mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera sebagaimana dicanangkan dalam SDGs ini tentu dapat terlaksana dengan adanya kerja sama yang baik dengan berbagai pihak. Dalam hal ini kami bersama ide cemerlang para mahasiswa di #AksiMudaIndonesia senantiasa berkontribusi memberi dampak sosial berkelanjutan tepat guna, baik aktivitas bermanfaat hingga terobosan inovatif,” ujar L. Iwan Pranoto, Head of Communication and Customer Service Management Asuransi Astra.

