Mercedes-AMG CLS63s 4M Makin Eksotis, Bertabur Part Serat Karbon Plus Upgrade Performa

- Advertisement -

NMAA News – Transisi dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik terbilang pesat. Bahkan, sejumlah pabrikan Eropa yang tengah bersiap dengan aturan Euro 7 mesti lebih dulu menyiapkan rencana di model baru mereka.

Bagi pabrikan Mercedes-Benz, perubahan yang cukup masif tersebut diikuti dengan menghentikan sejumlah model mobil performa mereka di pasaran. Tak terkecuali bagi sebuah Mercedes AMG CLS63s 4M 1.

Salah seorang sumber menyebut, model CLS terakhir bermesin bakar tersedia dengan wujud ‘shooting brake’ atau mobil dua pintu berdimensi panjang. Setelahnya, CLS jenis ini akan digantikan dengan model kendaraan baru.

Kabar tersebut menginspirasi perusahaan tuning, Pogea Racing GmbH. Perpaduan model eksotis-sporty CLS mendapat ubahan modifikasi personal. Sekujur tubuhnya dilabur warna kelir “Pogea Stealth grey” sebagai identitas perusahaan di tiap mobil modifikasi.

Foto: www.snabshod.com

Warna tersebut dihasilkan dari basis warna abu-abu metalik dengan kombinasi pigmen Ceralix. Selanjutnya, Marco Kasper dari perusahaan Faserschmiede ditugaskan memperkaya tampilan CLS tersebut dengan menyematkan sejumlah part berbahan serat karbon glossy untuk bagian luar dan serat karbon matt di bagian interior.

Sejumlah part berbahan serat karbon mengelilingi seluruh bagian bodi. Seperti side skirts, mirror housing, engine cover, hingga menyasar detail di bagian fascia depan

Kinerja dapur pacu ikut meningkat dengan racikan khusus mengandalkan sejumlah part performa. Seperti modifikasi gas buang pada turbocharger hingga merevisi bagian cooling system.

Foto: www.snabshod.com

Alhasil, tenaga mesin biturbo V8 5.5 L dipadu transmisi 4 matic otomatis tersebut sanggup menghasilkan tenaga 742 HP ke semua roda (all-wheel-drive). Jika dibandingkan, versi bawaan mesin V8 5.5 liter tersebut memiliiki output tenaga mencapai 585 Hp. Sedangkan torsi puncaknya mencapai 1.114 Nm.

Selain mesin, sektor kaki-kaki tentunya jadi fokus modifikasi krusial. Sistem suspensi depan memiliki sambungan individual untuk merevisi kinerja gardan depan adjustable. Menariknya,  suspensi belakang dibekali sistem Airmatic pada bagian gardan. Peranti ini dapat mengatur ketinggian melalui dinamika berkendara.

Pemilihan velg dan ban juga tak kalah menarik untuk menopang tubuhnya. Produk velg POGEA Forged ukuran 20×9 dibalut ban Michelin Pilot Sport 255/30 20 di depan, sedangkan belakang mengusung ukuran 20×10 dengan ban 285/25 20.

Related Articles

Stay Connected

22,850FansSuka
0PengikutMengikuti
3,050PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles