NMAA News – Tampang Mazda MX-5 Roadster lansiran 1999 ini terlihat begitu agresif. Mengusung gaya modifikasi street racing, pemiliknya mencoba wujudkan ide modifikasi secara impresif. Terlebih lagi, saat ini unitnya jarang terlihat di jalanan Amerika Serikat (AS) jika bukan dihadirkan untuk keperluan kontes maupun car meet up.
Perubahan cukup kompleks berawal dari pelek Advan Racing ukuran 16 inci dengan tampilan spoke berbentuk bintang dibalut finishing warna putih. Untuk membungkus pelek tersebut, dipasangi ban Falken ‘Azenis RT660’ ukuran 205/40 R16 di depan dan ukuran 205/45 R16 di belakang. Kini posturnya semakin merunduk berkat suspensi coilover menggantikan jenis suspensi standarnya.

Melengkapi tampilan agresif di bagian depan, terdapat lampu utama dari Mazdaspeed dan penutup lampu depan bermerek Garage Vary. Kemudian, bumper depan adalah model bawaan dari MX-5 generasi NB2 dilengkapi lip spoiler bermerek Shorin.

Untuk mendongkrak tongkrongan makin ciamik, bagian samping disematkan side skirt lebih lebar dan penutup samping. Sedangkan di bagian belakang, justru mendapat ‘transplantasi’ diffuser baru mirip bawaan Honda S2000 serta model muffler knalpot baru. Tak terketinggalan wing besar di area belakang dari Spirit R RX7 menampilkan perbedaan mencolok dibanding versi MX-5 konvensional.

Memasuki ruang interior, sektor tampilan dan pengendalian roadster ganas tersebut dipertimbangkan untuk keperluan bersenang-senang di trek sirkuit atau dipakai harian. Terdapat bucketseet merek Bride Zieg IV, setir bergaya sport dari Nardi diameter 330 mm, dan gear knob Nismo.
Walaupun secara bawaan Mazda MX-5 sudah dibekali penggerak roda belakang dan sensasi berkendara menyenangkan, sektor mesin tak luput jadi ubahan. Tujuannya untuk mengoptimalkan performa mesin, reduksi bobot, hingga keandalan melibas trek sirkuit.

Paling utama, pemasangan turbo kit dari TSE meliputi turbocharger BorgWarner dan injektor 700cc dari Deatschwerks. Lalu, sistem pendinginan diarahkan ke komponen intercooler Nissan Silvia S14, kompressor dan oil cooler dari produk Koyo.
Suntikan ECU ME221 mampu memberikan peningkatan tenaga dengan cara remapping. Begitu juga kopling SPEC Stage IV khusus dan diferensial slip-terbatas Kaaz untuk bertanggungjawab mengolah tenaga mesin ke sistem penggerak belakang (rear-wheel-drive). Sayangnya, racikan jantung mekanis tersebut belum bisa diukur secara pasti melalui pengujian di atas mesin Dyno.

