Kenali Penyebab Kampas Kopling Mobil Cepat Aus

0
Foto: Freepik
- Advertisement -

NMAA News – Kampas kopling yang bermasalah tentunya akan berpengaruh pada kinerja mobil. Banyak gejala-gejala yang menandakan jika kampas kopling mobil anda mengalami kerusakan atau aus sehingga pemilik mobil harus segera melakukan penggantian kampas kopling mobil.

Jika tidak, tentu saja kampas kopling tidak akan bekerja maksimal dalam menyalurkan tenaga, hal ini pula lah yang akan membuat tenaga yang disalurkan menuju roda kian berkurang. Bahkan kabar buruknya adalah, kampas kopling yang habis membuat konsumsi bahan bakar menjadi semakin boros.

Kampas kopling mobil memiliki usia pakai dan hal tersebut bergantung pada waktu dan jarak tempuh. Dalam kondisi normal, kampas kopling mobil harus diganti setelah menempuh jarak 20.000 km.

Jika sudah mencapai angka tersebut maka mulai terlihat gejala-gejala kampas kopling mobil aus. Namun, biasanya karena faktor-faktor tertentu membuat gejala kopling mobil bisa aus bahkan sebelum waktunya. Terkadang ini dikarenakan cara penggunaan kopling yang kurang tepat.

Berikut ini ada beberapa penyebab kampas kopling mobil cepat habis, bahkan sebelum mencapai usia pakai normalnya:

Foto: Pixabay

Meletakkan Kaki di atas Pedal Kopling Meski Tidak Digunakan

Kebiasaan ini seperti mungkin banyak dilakukan pengemudia mobil, terutama bagi pemula. Namun cara ini sebenarnya sangat salah untuk diterapkan, apalagi jika anda terlalu sering menempatkan kaki diatas peda kopling meskipun sedang tidak menggunakannya.

Hal ini lambat laun akan mempercepat keausan pada kampas kopling dan release bearing karena secara tidak langsung anda akan melakukan penekanan pada kopling secara terus menerus.

Sebaiknya jika kopling mobil sedang tidak gunakan, hindari untuk menaruh kaki diatas pedal kopling. Hal ini akan membuat kampas kopling menjadi lebih awet dan usia penggunaan lebih lama, bahkan kaki anda tidak akan merasa pegal saat mengemudi.

Menginjak atau Melepas Pedal Kopling Secara Kasar

Penyebab kampas kopling mobil cepat habis lainnya bisa dikarenakan kebiasaan anda yang menginjak maupun melepas pedal kopling dengan kasar. ketika transmisi belum berpindah dengan penuh, pengemudi biasanya sudah melepaskan pedal kopling. Saat hal ini terjadi maka akan muncul seperti bunyi yang cukup kasar pada sistem transmisi mobil Anda.

Menginjak Pedal Kopling Setengah

Foto: motoroid

Penyebab lainnya dapat dikarenakan kebiasaan pengguna mobil yang menginjak pedal kopling setengah-setengah. Biasanya hal ini sering dilakukan ketika berada di jalanan tanjakan ataupun kemacetan. Namun justru hal ini yang membuat keausan pada kampas kopling menjadi lebih cepat. Bahkan tak hanya kampas kopling saja, komponen lainnya seperti clutch cover juga akan mengalami penipisan.

Rumah Kopling Terkena Tetesan Oli

Salah satu penyebab kampas kopling mobil cepat habis bisa dikarenakan tetesan oli yang ada di rumah kopling. Adanya tetesan oli bisa meminimalisir grip permukaan plat kopling dan membuatnya cepat habis.

Tetesan oli tersebut mungkin berasal dari sambungan carter oli yang mengalami kebocoran. Atau, bisa juga dari oli transmisi maupun seal crankshaft yang bocor. Salah satu ciri kopling terkena tetesan oli, ditandai dengan adanya getaran ketika mobil digas disertai suara yang keras.

Posisi Gigi Transmisi yang Tidak Sesuai dengan Kecepatan Mobil

Lalu, penyebab kampas kopling mobil cepat habis yang terakhir bisa dikarenakan kebiasaan menggunakan gigi yang tidak sesuai dengan kecepatan mobil. Mungkin sebagian pengendara mobil tidak ingin melakukan banyak perpindahan gigi ketika sedang berkendara. Itulah mengapa ketika hendak menjalankan mobil justru langsung memasang gigi 2 atau 3.

Padahal, ada baiknya pengemudi menggunakan gigi satu terlebih dulu. Memang, memasang gigi 2 atau 3 membuat kendaraan lebih halus dan tidak perlu berpindah gigi bila sudah jalan. Tapi perlu dipahami, jika pemakaian gigi 2 dan 3 secara langsung ketika mobil baru dikendarai memerlukan RPM yang tinggi dan harus menggunakan setengah kopling. Jika hal ini terus dilakukan, akan membuat kopling selip dan mempercepat habisnya kampas kopling.

- Advertisement -