NMAA News – PT Honda Prospect Motor hadirkan lini produk All New Honda BR-V sebagai lini terbaru kendaraan favorit keluarga dengan nuansa sporty. Varian tertinggi dan terlengkap fiturnya dari All New Honda BR-V, tipe Prestige CVT jadi varian paling laris yang memiliki turunan dua model lagi, yakni Prestige dengan fitur Honda SENSING dan Prestige non-Honda SENSING.
All New Honda BR-V Prestige CVT with Honda SENSING juga dilengkapi Honda LaneWatch, TFT Meter dengan informasi Honda SENSING dan sistem audio video dengan layar sentuh 7” yang dilengkapi berbagai fungsi antara lain Smartphone Connection dan Hands-Free Telephone untuk kenyamanan pengemudi.
Jadi, inilah untuk pertama kalinya di dunia, Honda menerapkan fitur Honda SENSING untuk LMPV-nya yakni All-new BR-V, sekaligus pertama di kelasnya yang menerapkan sistem keamanan dan keselamatan aktif di kelasnya. Termasuk penyematan beragam teknologi keamanan canggih, selain beberapa teknologi keamanan aktif dan pasif.

Sistem Honda SENSING menggunakan front wide view camera yang dapat mendeteksi fitur target dan mengenali berbagai objek, seperti kendaraan atau pejalan kaki. Sistem ini mampu mengukur jarak dan posisi lateral objek berdasarkan perubahan ukuran obyek target, berapa lama perubahan terjadi, dan kecepatan kendaraan.
Pada All New Honda BR-V, sensor radar dari fitur Honda SENSING ini terletak di bagian atas kaca depannya. Posisi ini memungkinkan kamera mengenali garis putih di jalan, pembatas jalan seperti trotoar, atau kendaraan lain seperti sepeda motor, sepeda, dan pejalan kaki. Adapun fungsi Honda SENSING antara lain:
Lead Car Departure Notification System (LCDN)
Sistem memberi informasi kepada pengemudi tentang pergerakan mobil di depan.
Saat kendaraan berhenti, seperti di lampu lalu lintas, sistem akan memperingatkan
pergerakan mobil di depan kepada pengemudi.
Jika sistem mendeteksi bahwa mobil di depan yang sebelumnya berhenti telah bergerak,
sistem akan memberi peringatan pada tampilan audio dan multi-informasi kepada
pengemudi. Sistem bekerja ketika mendeteksi pergerakan mobil di depan dalam jarak 10 meter dan kendaraan tidak bergerak untuk meresponsnya.
Collision Mitigation Braking System (CMBS)
Sistem kamera baru dan perangkat lunak yang lebih canggih memungkinkan penggunaan CMBS di lebih banyak situasi, seperti mendeteksi pejalan kaki, sepeda atau sepeda motor di malam hari.
Jika sistem mendeteksi kendaraan lain, pejalan kaki, atau sepeda dan mengestimasi potensi tabrakan, sistem akan memperingatkan pengemudi melalui tampilan audio dan multi-informasi.
Dalam situasi darurat, sistem akan menerapkan pengereman kuat untuk menghentikan atau memperlambat kendaraan guna membantu menghindari potensi benturan atau mengurangi kerusakan.
CMBS bekerja ketika sistem mengestimasi adanya potensi tabrakan saat kendaraan bergerak di kecepatan 5 km/jam atau lebih, dengan kendaraan, pejalan kaki, atau sepeda yang bergerak dengan perbedaan kecepatan 5 km/jam atau lebih.
Saat diaktifkan, sistem akan menghentikan atau memperlambat kendaraan untuk membantu menghindari tabrakan atau mengurangi kerusakan akibat benturan.
Road Departure Mitigation (RDM)
Sistem ini mendukung kendali kemudi saat kendaraan kemungkinan besar akan keluar
dari lajur. Ketika ada kemungkinan kendaraan akan menyimpang dari lajur tanpa memberi tanda belok, system akan memicu getaran pada kemudi dan memberi peringatan visual.
Sistem ini juga mendukung pengendalian kemudi untuk menjaga kendaraan tetap berada di jalur sebelum tergelincir. Fitur RDM bekerja pada kecepatan 72 km/jam atau lebih ketika kendaraan bergerak keluar jalan atau ketika sistem memprediksi bahwa kendaraan akan keluar dari jalan.
Adaptive Cruise Control (ACC)
Adaptive Cruise Control adalah fungsi pendukung untuk menjaga jarak dengan mobil di
depan. Saat berkendara di jalan raya, sistem ini mendukung akselerasi dan pengereman
untuk mengurangi beban pada pengemudi.
ACC juga dapat memberi respons lebih cepat saat kendaraan berpindah ke lajur terbuka
dari belakang mobil yang bergerak lebih lambat atau saat mobil di depan bergerak lebih
lambat untuk berpindah lajur. Sistem ACC aktif pada kecepatan 30 km/jam atau lebih.
Lane Keeping Assist (LKAS)
Sistem ini mengurangi beban pengemudi dengan mendukung pengoperasian kemudi
agar kendaraan tetap berada di lajur tengah saat berkendara di jalan raya.
Jika sistem mendeteksi kendaraan tampak akan meninggalkan jalur, ia akan memberi
getaran pada kemudi selain memberi peringatan pada tampilan audio dan multiinformasi.
LKAS aktif saat kendaraan bergerak pada kecepatan 72 km/jam atau lebih.
Auto High Beam (AHB)
Auto High Beam membantu memastikan visibilitas pengemudi lebih baik dengan secara
otomatis beralih antara lampu sorot rendah atau tinggi saat berkendara di malam hari.
Sistem akan memberi visibilitas terbaik dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk
mengganti fungsi lampu depan secara manual.
Sistem mampu mendeteksi kendaraan di depan, kendaraan lain yang akan mendahului,
dan lampu jalan, untuk kemudian dengan otomatis beralih antara lampu sorot rendah
dan tinggi.
Sistem juga mampu secara otomatis beralih ke lampu jauh saat berkendara di jalan
gelap di malam hari. Sistem AHB bekerja di kecepatan 30 kpj atau lebih.

