NMAA News – Memasuki musim mudik lebaran 2022, para pemilik mobil mulai berencana pulang ke kampung halaman untuk mengunjungi sanak keluarga. Menggunakan mobil pribadi seketika menjadi pilihan favorit lantaran terbilang praktis dan bisa membawa seluruh anggota keluarga.
Tentunya, kondisi mobil pribadi jadi perhatian utama. Terutama memeriksa ketebalan alur ban. Sebab, ketebalan alur ban mobil berpengaruh dalam menjaga traksi saat melewati jalanan basah atau kubangan. Apalagi beberapa kota di Indonesia masih musim mengalami hujan.
Adakah toleransi minimal ketebalan alur ban mobil?
“Kalau sudah tipis, ketebalan ban mobil terlihat sekitar 2 mm. Jangan sampai kurang atau menyentuh logo segitiga sebagai tolok ukur kembangan ban yang aus,” ujar Adam Sesto dari Sesto Garage kepada NMAA Media, Senin 25 April 2022.
Ia mengingatkan, para pemilik mobil harus lebih teliti memeriksa alur kembangan ban.
“Cara memeriksanya cukup mudah. Setiap ban pasti diberi tanda batasan di tengah telapak ban dan terdapat tanda panah. Rata-rata ketebalan ban mobil umum dalam kondisi baru itu sekitar 8 mm, sementara ban tapak kasar di mobil jip menyentuh sekitar 15 mm,” terangnya.
Untuk memudahkan mengukur alur kembangan, juga bisa dilakukan dengan menggunakan meteran atau tire depth gauge. Tapi, mesti diperhatikan jika ketebalan diukur dalam alur yang menonjol atau Tread Wear Indicator (TWI). Bukan dari dasar paling dalam pada alur ban.

Jika sudah mendekati 2 mm ada baiknya satu set ban langsung diganti baru. Sebab, kemampuan ban memecah air kini tidak lagi optimal. Kondisi ini tentu akan semakin parah apabila alur ban semakin botak.
“Pengaruhnya sangat besar sekali, apalagi saat hujan akan terasa licin. Jadi sebaiknya langsung diganti dengan ban baru. Supaya lebih nyaman dan aman saat diperjalanan,” ungkap Adam.

Meski masih ada opsi lain semisal melakukan vulkanisir atau suntik sebagai alternatif mengembalikan alur ban sementara. Tapi langkah ini amat tidak disarankan.
“Ini yang mesti diketahui, kalau ban mobil pribadi justru harus langsung diganti. Berbeda dengan ban untuk mobil komersial seperti truk atau mobil pikap. Karena ketebalan karet ban sedari baru masih bisa di vulkanisir 1-2 kali,” tutupnya.


