NMAA News – Rencana elektrifikasi global di hampir semua lini produk Nissan pada 2023 mulai terwujud secara perlahan. Salah satunya, unit mobil crossover kompak Nissan Juke yang akan mengaspal di Eropa dalam waktu dekat.
Generasi kedua Nissan Juke turut dikembangkan oleh kolaborasi Nissan dan Renault. Bahkan, sistem hybrid di generasi ini sudah lebih dulu dibenamkan pada unit Renault Clio dan Captur.
Seiring penantian munculnya Nissan Juke Hybrid tersebut, pada 2021 lalu Nissan merayakan kiprah ke-50 tahun kemenangan Nissan 240Z di medan ganas Rally Afrika Timur. Sebagai penghormatan, mobil yang dikemudikan pembalap Edgar Herrmann ini lahir kembali menjadi sebuah render digital berbasis Nissan Juke. 
Siapa sangka, dari format visual tersebut unit crossover Nissan Juke akhirnya dibuat dalam versi nyata yang dinamai Nissan Juke Hybrid Rally Tribute. Memiliki postur lebih tinggi ke permukaan jalan dengan overhang depan dan belakang yang pendek, membuat Nissan Juke secara alamiah memiliki potensi jadi mobil rally maupun off-road.
Sektor tenaga, diberi opsi mesin bakar untuk merilis tenaga hingga 92 Hp dan torsi 148 Nm. Tak hanya itu, tenaga motor listriknya dapat menghasilkan 48 HP dan torsi 205 Nm. Komponen penunjang kinerja lainnya hadir dari generator 20 HP hingga daya baterai berpendingin air yang memiliki kapasitas 1,2 kWh.

Tampilan visual di bagian eksterior tertata apik menegaskan aura mobil rally yang kentara. Terlihat dari penggunaan skema warna mirip mobil rally Nissan 240Z pada 1971, nomor 11 di kedua sisi pintu, dan pemasangan lampu sorot di bagian kap mesin dan atap.
Ubahan penting demi menaklukan ganasnya medan rally tersaji di sektor kaki-kaki. Menggunakan velg multi spoke ukuran 16 inci dibalut ban khusus off-road dalam format 265/70. Pemasangan suspensi jangkung dan pelat di bagian kolong dihadirkan untuk mendukung kemampuan bermanuvernya.

Sentuhan modifikasi masif juga hadir begitu memasuki ruang kabin. Dua buah jok jenis bucket sudah dilengkapi sabuk keselamatan empat titik, dilanjut pemasangan rollcage sebagai komponen keselamatan, dan beberapa peralatan penting lain seperti setir berbalut Alcantara, pemadam api, serta rem tangan hidrolik.

Pada 1971, 240Z legendaris memenangkan Reli Safari Afrika Timur yang melelahkan dan dikendarai Edgar Herrmann dengan navigator Hans Schüller. Memang, reli itu sukses besar untuk merek, di mana 240Zs pulang di posisi kedua dan ketujuh. Selanjutnya, kemenangan tersebut merupakan kemenangan kedua berturut-turut merek tersebut dalam reli.
240Z low-slung ditenagai mesin 6-silinder segaris berkapasitas 2,4 liter, dan menghasilkan 210PS, di mana tenaga dikirim ke roda belakang. Mobil yang menang direstorasi pada tahun 2013 dan merupakan bagian dari koleksi warisan Nissan yang bertempat di Zama, dekat dengan kantor pusat global Nissan di prefektur Kanagawa, Jepang.

