NMAA News – BMW E36 Touring lebih banyak dipilih sebagai mobil keluarga untuk bepergian jarak jauh.
Menariknya, sebagian car enthusiast percaya jika mobil wagon lebih populer dari versi sedan dengan harga tinggi. Meski demikian, modifikator dari bengkel modifikasi asal Belanda, GNG Motorsport punya pandangan berbeda. Sedan beratap panjang ini berubah jadi mobil balap.
Paling mendasar, sektor jantung pacu enam silinder segaris 2,5 liter (M52B25) berganti peran dengan mesin berkapasitas 3,2 liter (S54B32).
Tenaga mesin M3 ini juga mengalami peningkatan menjadi 407 HP dan torsi 380 Nm. ⠀
⠀
Sejumlah ubahan melengkapi opsi dongkrak performa di mesin tersebut. Antara lain, memasang Schrick camshafts dan ECU merek KMS untuk mengatur debit bahan bakar, waktu pengapian dan beragam fitur lengkap lainnya. ⠀

Tenaga mesin diolah melalui dual-clutch transmission (DCT) tujuh percepatan yang disalurkan ke diferensial belakang. Bahan bakarnya pun menggunakan oktan 102. ⠀
⠀
Laiknya mobil balap, sejumlah part modifikasi turut melengkapi produksi tenaga buasnya. Sektor suspensi menggunakan Intrax 1K2 adjustable coilovers supaya dapat memuluskan cornering speed dan anteng saat bermanuver. ⠀
⠀
Dibalik velg multi palang, masing-masing sudah bercokol kaliper rem 8 piston D2 di depan dan BMW M3 plus drilled/slotted rotors terpasang di belakang. ⠀
⠀
Perombakan bodi juga menjadi poin penting. Mulai dari bumper depan, lip spoiler, dan tow hook. Dilanjut instalasi wide body, serta pemasangan side skirts, bumper belakang, diffuser dan wing spoiler.
⠀
Sentuhan visual ala mobil balap, terlihat dari warna kelir putih berhias logo GNG Motorsport dan livery tiga warna BMW M. ⠀
⠀
Memasuki ruang kabin, nuansa racy hadir dari dua buah bucket seat Sparco Pro 2000, setir OMP Racing, dan Stack digital instrument cluster. Tak terketinggalan, ruang kabin juga sudah memasang rollbar 6 titik. ⠀


