Mengenal Plus Minus Front Mounted dan Top Mounted Intercooler, Ini Bedanya

0
- Advertisement -

NMAA News – Peranti intercooler di mesin turbocharger atau turbo memuat fungsi mendinginkan suhu udara yang akan dimasukan ke ruang bakar. Sistem turbo sendiri memanfaatkan gas buang untuk memutar turbin. Oleh sebab itu, sebelum masuk ke ruang bakar suhu udara didinginkan terlebih dulu supaya tidak terjadi overheat.

Memiliki bentuk seperti radiator, intercooler dilengkapi dengan kisi-kisi pendingin untuk mendinginkan udara dari turbo lebih baik. Selain itu, bahan alumunium mampu melepas suhu panas lebih baik dibanding produk lain.

Menyoal posisi intercooler, biasanya terdapat dua jenis. Atau dikenal dengan sebutan front mounted dan top mounted. Secara fungsi, keduanya tidak jauh berbeda karena bertugas mendinginkan suhu udara panas sebelum masuk ke ruang bakar.

Akan tetapi, posisi intercooler turut menentukan pelepasan panas lebih maksimal. Selain ukuran intercooler juga berpengaruh pada bobot kendaraan dan fleksibilitas.

Khusus, intercooler di bagian depan atau disebut front mounted biasanya dimiliki oleh mobil sport. Model pertama ini tebilang memiliiki metode pendinginan lebih baik, karena didukung oleh fan radiator. Karena posisinya di bagian bawah, menjangkau intercooler jenis ini terbilang rumit, belum lagi harus memasang pipa cukup panjang dan berkelok hingga mencapai posisi di depan.

Tak heran kalau intercooler jenis ini berpengaruh terhadap jeda turbo lag hingga lemahnya tekanan di intercooler. Mengurangi gejala tersebut, biasanya produk intercooler aftermarket dijual satu paket dilengkapi pipa alumunium kaku.

Foto: Hoonigan Autofocus

Berbeda dengan posisi intercooler top mounted, karena terletak di bagian atas, pendinginan tidak seoptimal front mounted. Hal tersebut lantaran memiliki posisi udara horizontal untuk mengalirkan udara ke luar menuju airscoop dengan posisinya terbatas.

Oleh sebab itu, membuat aliran udara tidak maksimal menuju intercooler.  Berbeda dengan prinsip front mounted intercooler, posisi di atas justru terpapar aliran udara panas dari radiator.

Tapi, penempatan intercooler di bagian atas cukup memasang pipa pendek atau pun tanpa pipa dan disalurkan langsung ke throttle body sekaligus untuk mengatasi gejala turbo lag.

- Advertisement -