NMAA News – Penggerak utama sepeda motor bensin adalah mesin, tetapi tugas mesin hanyalah merubah hasil pembakaran menjadi tenaga putar. Selama terjadi pembakaran maka mesin akan terus berputar, jika mesin langsung dihubungkan ke roda penggerak maka sepeda motor akan terus bergerak.
Oleh sebab itu diperlukan suatu sistem untuk mengatur putaran dari mesin ke roda penggerak, sistem tersebut adalah transmisi. Pada transmisi, ada mekanisme perpindahan gigi sehingga terjadi perubahan perbandingan putaran yang menghasilkan momen dan kecepatan sesuai keinginan pengendara dan kondisi jalan.
Seperti yang kita ketahui, ada dua tipe transmisi yang digunakan pada sepeda motor, yaitu transmisi manual dan transmisi otomatis.
Untuk motor transmisi manual terdapat kopling, komponen ini berfungsi sebagai pemutus dan penyambung tenaga atau putaran dari mesin ke transmisi. Kopling membantu agar perpindahan gigi menjadi halus, selanjutnya putaran tersebut diteruskan ke final gear yang akan menggerakkan roda yang biasanya dihubungkan rantai.
Tips perawatan :
1.Rutin melakukan pergantian oli mesin beserta saringan oli.
2.Gunakan oli mesin sesuai standard yang direkomendasikan oleh pabrikan.
3.Lakukan perawatan pada komponen pemindah daya, seperti :
-Lakukan penyetelan pada tuas kopling, ganti kampas kopling jika sudah tidak bisa dilakukan penyetelan.
-Cek kondisi rantai, jika kotor bersihkan dan berikan cairan pelumas rantai.
-Cek kekencangan rantai, lakukan penyetelan sesuai standard.
-Cek kondisi final gear, jika mengalami keausan segera ganti, lebih baik lakukanlah pergantian satu set (gear dan rantai).
4.Jika komponen perlu diganti, selalu gunakan spare parts asli pabrikan.

