NMAA News – Pemerintah secara resmi menaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Pertalite dan Solar pada Sabtu (3/9) kemarin. Kebijakan tersebut tak ayal menuai pro kontra di masyarakat.
Sehingga harga BBM Pertalite yang awalnya Rp7.500 per liter kini menjadi Rp10.000 per liter. Kemudian, BBM jenis Pertamax yang awalnya ada di harga Rp12.500 per liter kini jadi Rp14.500 per liter. Peningkatan harga juga menyentuh BBM Solar subsidi dari awalnya Rp5.150 per liter kini jadi Rp6.800 per liter.
Ada baiknya, untuk para pengguna kendaraan terutama mobil tidak usah risau dengan kenaikkan harga tersebut. Lantaran, penggunaan BBM tetap disesuaikan dari cara berkendara.
Walaupun penggunaan kendaraan bermesin bensin masih tergolong tinggi, ada beberapa cara untuk mengurangi prosuksi kadar berbahaya tersebut. Terutama ketika mengendarai mobil.
Nah, metode Eco Driving atau cara berkendara guna menghemat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa dilakukan. Bahkan, diklaim dapat menghemat BBM hingga 20 persen. Selain itu, Eco Driving sendiri merujuk pada sikap atau usaha memperpanjang umur kendaraan, memaksimalkan fitur-fitur yang ada serta mengurangi risiko kecelakaan.
Setidaknya, ada tiga faktor yang mempengaruhi teknik eco driving, yakni manusia (cara mengemudi), kendaraan (kondisi mobil) dan lingkungan. Nah, faktor manusia cukup memegang peran penting dalam melakukan eco driving. Berikut ini 10 tips Eco Driving bisa menghemat BBM 20 persen!

1. Manajemen Waktu. Inilah hal paling mendasar. Perhitungkan jarak dari rumah ke lokasi tujuan. Sediakan waktu lebih, karena kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi saat di jalan. Konsepnya, being early.

2. Nyalakan Mesin. Mesin sekarang sudah canggih, tak perlu lagi berlama-lama untuk memanaskan mesin selama 30 detik pun sudah bisa dijalankan.

3. Berakselerasi. Saat ingin menambah kecepatan, lakukan dengan halus. Injak pedal gas perlahan-lahan dan segera pindah ke posisi gigi yang lebih tinggi.

4. Pindah Gigi. Untuk menghasilkan konsep eco driving, perpindahan gigi sebaiknya bisa dilakukan pada putaran mesin 2.000-3.000 rpm untuk mesin bensin. Mesin diesel kisaran 1.500-2.000 rpm.

5. Pengereman. Jangan dibiasakan mengerem secara mendadak. Lakukan pengereman secara halus.

6. Jaga Kecepatan. Berkendara diharapkan jangan agresif atau ugal-ugalan. Sebaiknya ikuti alur kondisi lalu lintas. Gunakan gigi 1 saat lalu lintas macet. Sebaliknya, gunakan gigi tertinggi ketika lalu lintas lancar.

7. Jaga Jarak Aman. Menjaga jarak dengan obyek didepan. Jangan terlampau dekat dan jauh. Saat kecepatan di atas 100 km/jam, gunakan metode 3 detik dengan kendaraan di depan.
8. Tikungan. Konsepnya slow in fast out. Saat bertemu tikungan usahakan perlambat laju kendaraan dan gunakan momentum untuk berakselerasi.

9. Tanjakan dan Turunan. Manfaatkan momentum akselerasi saat bertemu jalan menanjak. Sedangkan kondisi jalan menurun, gunakan engine brake.

10. Matikan Mesin. Setelah sampai tujuan, usahakan mesin langsung dimatikan. Khusus mobil yang dilengkapi turbocharger, diamkan beberapa saat lalu matikan mesin, agar proses pelumasan berjalan sempurna. Atau pasangi turbo timer agar proses mematikan mesin bisa ditahan secara otomatis.


