NMAA News – Pemilik mobil kerap merasa bosan di perjalanan. Apalagi saat kondisi lalu lintas macet, sehingga sulit untuk berkendara dengan lancar. Oleh karena itu, supaya bisa memberikan hiburan selama di perjalanan, sistem audio jadi prioritas ubahan.
Seiring denngan tren musik saat ini, menuntut suara dentuman bass memukau. Bahkan, kalau bisa dibuat mirip seperti home theater. Mewujudkan perangkat hiburan optimal di ruang interior mobil baru, biasanya menyasar peranti subwoofer. Supaya dapat menghasilkan dentuman bass lebih powerful dibanding versi pabrikan.
Nah, sebelum memilih subwoofer untuk dipasang di mobil. Baiknya, kenali dulu dua jenis subwoofer yang umum ditemukan di pasaran. Yaitu subwoofer aktif dan pasif dengan sistem pasokan tenaga berbeda.
Dilihat dari segi teknis, subwoofer aktif memiliki perangkat power supply terintegarasi. Setelah Setelan ini dimaksudkan supaya memiliki ukuran lebih kecil. Oleh karena itu, power dan perangkat subwoofer menyatu dalam satu boks subwoofer. Dilihat dari keunggulannya, subwoofer aktif dapat diatur melalui gain dari perangkat subwoofer tersebut.
Posisi subwoofer yang simpel berada di ruang bagasi
Sedangkan subwoofer pasif mesti diatur manual. Selain itu, subwoofer pasif memiliki sumber listrik dari perangkat terpisah. Jadi tetap membutuhkan power amplifier. Tapi, bisa di custom ulang semisal seperti subwoofer ported atau subwoofer sealed.
Menariknya, besaran output suara yang dihasilkan bisa lebih fleksibel mengikuti kapasitas wattage dari power amplifier. Khusus untuk mengatur gain mesti dilakukan oleh perangkat lain. Semisal Digital Signal Processor (DSP), bahkan equalizer head unit. Lalu, tinggal menerima power dari amplifier yang akan mengatur output suara sesuai pengaturan.