Mitsubishi Lancer Cedia Bosan Standar, Berubah Sangar Jadi Evo IX Voltex Racing

0
Mitsubishi Lancer Cedia 2003 Convert to Evo IX Voltex Racing | Foto: NMAA
- Advertisement -

NMAA News – Saat nmaa.co.id menghubungi David Adibrata, pemilik Mitsubishi Lancer Cedia 2003 banyak perbincangan hangat yang dibahas.

Dari simpulan obrolan hangat di siang hari, Selasa 7 Maret 2023 menunjukan kalau David punya Sense Of Belonging tinggi pada sedan Mitsubishi satu ini.

Rasa sense of belonging terwujud dari fasihnya David saat menceritakan sepak terjang sedan sangar berkonsep Street Racing. “Mobil ini datang Januari 2023 dari Palembang. Aku cuma memastikan aja mobil ini ada di tangan yang tepat,” seru David kepada nmaa.co.id, Selasa 7 Maret 2023.

Foto: NMAA

Sebelumnya, David salah seorang yang menginisiasi klub New Dimension Bandung mengulas perjalanan panjang Lancer Cedia sampai ke versi sekarang. Mobil ini awalnya kepunyaan Nikki Tirta yang tergabung di klub Asalvo Palembang.

“Banyak di luaran sana kalau liat Evo pasti bilangnya convert atau enggak. Mobil ini jadi bukti kalau modifikasi terutama convert itu enggak gampang. Saya tahu susahnya Nikki bangun mobil ini sampai ke versi sekarang. Lancer Cedia ini dulu dipakai almarhum mamahnya, versi modif pertama di convert ke Evo IX biasa. Sampai akhirnya Nikki memilih langkah lebih ekstrem ke versi Evo IX Voltex,” ujar David sembari menggali ingatan ke belakang.

Beberapa waktu lalu, David mengungkapkan Evo IX Voltex ‘Wanna Be’ ini bahkan sudah diincar calon pembeli. Menunjukkan daya tarik sebuah sedan Lancer Cedia yang mampu menghipnotis siapapun yang melihat langsung parasnya.

“Saking eratnya emosional mobil ini sama Nikki, begitu sudah berganti pemilik pun banyak yang mention atau tag foto mobil ini ke akun Nikki,” kekeh David.

Foto: NMAA

Lancer Cedia memang punya banyak kemiripan dengan Evo IX. Dimensi bodi, proporsi, dan beberapa kesamaan lainnya yang membuat body conversion kit dapat terpasang presisi. Bodi orisinal Evo IX terpasang sempurna seperti bumper, kap mesin, dua buah side skirt, seluruh pintu samping, sampai bagasi.

Selain itu, part orisinal Evo IX lain diantaranya lampu depan dan belakang, semua kaca jendela, dek, sampai semua bagian inner fender-nya. Totalitas ini yang membuatnya diapresiasi saat melenggang di gelaran pameran.

Setelah semua part OEM Evo IX terpasang, nuansa Street Racing turut melengkapi ubahan bodi, satu set body kit Voltex Racing membuat tampangnya makin agresif.

Termasuk splitter depan yang ditopang dua buah strut rods, wide body, kap mesin berbahan serat karbon, sampai wing belakang. Semua parts eksterior tersebut dipadu apik dengan pemilihan skema warna Thunder Grey berhias aksen serat karbon.

Foto: Gorilla Flava/ NMAA

Demi memperkuat karakter mobil legendaris di kancah balap reli dunia, mesin bawaan Cedia dilungsurkan. Sebagai gantinya, unit 4G63T turbocharged copotan Evo IV sudah duduk sempurna di ruang kompratemen.

Tak cukup sampai disitu, performa mesin standar 4G63T diramu ulang dengan memasang sederet part performa. Misalnya mengganti peranti blow-off menggunakan merek HKS supaya bisa melepas tekanan angin dari turbo lebih baik saat melepas gas.

Lalu penggantian busi ke merek HKS supaya bisa menghasilkan percikan api lebih baik yang menghantarkan listrik dari tegangan tinggi melewati elektroda busi.

Sistem pembuangan pun ikut terdongkrak melalui ubahan header Tomei dengan exhaust besutan HKS. Dilanjut penggantian kopling aftermarket dari Exedy ditujukkan untuk meningkatkan akselerasi tenaga.

Puncaknya, peningkatan tenaga berlanjut dengan penggantian ECU Haltech PS 1000 plus race display di bagian ruang kabin. Dari pengujian dyno, tenaga mesin kini mencapai 280.1 Whp.

Foto: NMAA

Lonjakan tenaga tersebut ikut merubah sektor kaki-kaki menggunakan komposisi pelek Wedsport Tc 105n ukuran R18x9,5 inci dengan et 35 yang dibalut ban performa.

Dibaliknya, sudah tertanam piringan cakram 320 mm dipadu kaliper rem 4 piston milik Evo IV besutan Brembo. Sedangkan bagian belakang mendapat piringan cakram 280 mm dengan kaliper 2 piston.

Supaya anteng bermanuver dan meningkatkan kemampuan handling, suspensi coilover Tein mengganti sokbreker bawaannya. Begitu pun bagian gardan depan sudah diganti full Lancer Evo.

Masuk ke interior, seluruh bagian jok tetap terlihat apik usai menempuh proses retrim. Semi bucket seat merek Sscus dan setir kemudi Evo IX memuaskan pengemudi saat tengah berkendara. Apalagi sudah mendapat tuas rem tangan hidraulis.

Ubahan lain di ruang kabin diwujudkan dari sistem hiburan Pioneer mencakup power amplifier dan subwoofer Champion Series.

Spesifikasi Modifikasi Convert Mitsubishi Lancer Cedia ke Evo IX Voltex

Mesin:

4G63T (Evo 4) turbo

Blowoff HKS original

Busi HKS

Header tomei

Exhaust HKS original

Kopling exedy

Ecu haltech ps 1000

Race display haltech dash

Dyno proven by KS Nusa 280.1 WHP

Interior:

Sscus semi bucket seat

Retrim interior

Steering wheel evo 9 original

Eksterior:

FRP bodykit voltex racing & wing evo 9

Wide body voltex

Paint thunder grey

Carbon hood

Headlamp evo 9 original

Taillights esdepo evo 9

Kaki-kaki:

Tc 105n original R18 x 9,5 et 35 (made in japan)

BBK Brembo original evo 4 pot depan 320mm, 2 pot belakang 280mm

Tein coilover

(full evo) gardan

Audio:

Full pioneer power & sub pioneer champion series

Accessories:

Cusco front bar

Hydraulic hand brake

Aksen karbon

- Advertisement -