NMAA News – Dunia otomotif sampai saat ini tidak pernah lepas dari dua raksasa tren dunia.
Jepang dengan keunikan gaya modifikasi dan pasar kendaraan eksklusif atau Eropa yang dicirikan unsur kemewahan dan performa tenaga mesin.
Tampaknya, dua acuan modifikasi tersebut saat ini tak lagi menjadi batasan bagi car enthusiast dalam personalisasi mobil.
Banyak mobil buatan Eropa mengadopsi konsep modifikasi khas car culture Jepang, atau sebaliknya.
Harmonisasi dua konsep tersebut terwujud apik oleh pemilik Mercedes 450SLC keluaran 1977 di Jepang yang diabadikan oleh fotografer dan konten kreator otomotif, Larry Chen.

Nuansa megah dan mapan masih tetap terjaga di bagian luar. Malahan, sekeliling area eksterior masih didominasi part standar OEM.
Tidak jauh berbeda pada ruang interior kemegahan sedan asal Jerman ini tak habis dimakan usia. Terlihat bagian jok sudah dilapis ulang oleh material kulit dan bagian panel lain mendapat kelir ulang menggunakan warna mirip versi aslinya.
Saat dikendarai, jambakan tenaga langsung terasa nyaris tanpa jeda. Akselerasi pun lebih responsif, jika dibanding mesin stok V8 4.5 liter.
Begitu melogok jantung mekanisnya, mesin V8 tersebut sudah berganti peran menggunakan unit Toyota 2JZ-GTE.

Setelah memastikan mesin duduk sempurna, penyempurnaan tenaga mesin ditempuh berkat sejumlah part aftermarket dan substitusi. Misalnya menambah peranti doping turbocharger Mitsubishi TE06, diikuti intercooler Z32, dan knalpot custom.
Selanjutnya, produksi tenaga mesin diatur melaluu transmisi otomatis empat percepatan copotan Toyota Aristo.

Berbagai racikan performa mesin kini diprediksi mampu membesut tenaga sampai 400 HP!
Untuk menjinakan tenaga buas tersebut, rem bawaan Mercy sudah diganti dengan part pengereman milik Ferrari F40 di depan dan perantibrem Ferrari F430 di belakang.
Postur tubuhnya juga diracik ulang mengandalkan suspensi jenis coilover. Disusul pelek bermodel palang 5 dalam format 17 inci berbalut ban jenis Sport merek Continental.

