NMAA News – Dunia motorsport berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi kendaraan.
Menuntut para modifikator dan tuner spesialis agar dapat mengimbangi perkembangan pesat tersebut dengan skill dan kompetensi yang dimiliki.
Belakangan ini, masifnya elektrifikasi kendaraan bukan hanya membidik industri otomotif saja. Lantaran, skena motorspor dunia mulai melirik elektrifikasi jadi suguhan baru untuk beberapa tahun ke depan.

Calon singa gurun masa depan, FC1-X yang terlahir dari kerasnya medan Nitro Rallycross menjadi pendatang baru di kancah motorsport.
Mobil performa arahan pebalap reli dan stuntman Travis Pastrana ini menjadi penanda hadirnya mobil performa berdaya listrik.
Meski belum dijelaskan secara detail, kabarnya FC1-X all-electric sanggup merilis tenaga mencapai 1.000 BHP atau 1.070 tenaga kuda, dengan kemampuan akselerasi 0-60 mph hanya 1,4 detik.

Mobil yang dikabarkan bakal menjajal divisi Grup E elektrik ini tengah bersiap melakukan debut resminya di Race of Champions di atas trek salju dan es.
Tak main-main, kompetisi bergengsi ini juga menghadirkan para ikon motorsport seperti Sebastian Vettel, Mick Schumacher, dan Valtteri Bottas yang akan berkompetisi.
Menjadi sebuah stone climber di bidang motorsport, seri balap Nitro Rallycross mengharuskan para pebalap menjajal beragam kerumitan trek konvensional.
Untuk itu, tiap mobil balap Rallycross dibekali performa mumpuni, kemampuan aerodinamika, dan biasanya memilih bodywork berbahan komposit karbon di atas struktur sasisnya. Demi meningkatkan keselamatan dan mengurangi bobot keseluruhan mobil.

