NMAA News – Regulasi baru tentang pengurangan emisi di Amerika Serikat (AS) melalui kebijakan 67 persen mobil listrik baru pada 2032 mendatangkan banyak tentangan.
Presiden Joe Biden kabarnya sudah mengajukan usul peraturan polusi baru yang lebih ketat demi menekan emisi gas buang. Selain itu, mendorong masyarakat mulai terbuka menggunakan kendaraan listrik dibanding memilih mobil bermesin bakar.
Menurut laman Carscoops, dibalik pengajuan aturan baru tersebut, dampak signifikan diprediksi akan terjadi pada lini industri tuning, aftermarket dan para modifikator. Meskipun, target emisi baru yang mulai berlaku pada 2027 mendatang akan terus diperketat sampai 82 karbon dioksida per mil sampai tahun 2032.

Mike Spagnola, CEO SEMA (Speciality Equipment Market Association) mengatakan pihaknya mendukung upaya penekanan emisi. Tetapi, kebijakan regulasi baru ini berpotensi mengancam 1 juta lapangan pekerjaan manufaktur otomotif di AS termasuk industri tuning.
“Kami sepenuhnya mendukung upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi secara aktif mengadvokasi kemampuan konsumen dan pasar untuk memilih yang terbaik bagi mereka,” kata Spagnola dalam sebuah pernyataan yang ditulis laman Carscoops.
Saat ini, SEMA Show mencatat 7.000 anggota dari seluruh industri tuning dan aftermarket di AS yang berpartisipasi di gelaran SEMA Show.

“Ada banyak pilihan menuju nol emisi dan kami merasa sangat penting bagi kebijakan pemerintah untuk tetap netral teknologi,” tambahnya.
Spagnola menjelaskan, industri aftermarket saat ini memang mampu meciptakan berbagai parts konversi mobil konvensional ke listrik. Tetapi, pihaknya tetap khawatir jika industri tuning dan aftermarket migrasi dalam waktu singkat. Menurutnya, masih banyak opsi alternatif yang bisa ditempuh demi mencapai nol emisi.
Sebagai informasi, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (United States Environmental Protection Agency) menyebutkan, skema aturan emisi baru mendorong pabrikan otomotif menyumbang 67 persen kendaraan tugas ringan baru dan 46 persen kendaraan tugas menengah pada 2032.


