Drift Bible: A Complete Guide to Drifting (2003), ‘Kitab Wajib’ Para Drifter Amatir Hingga Profesional

0
Foto: drivecontact
- Advertisement -

NMAA News – Keiichi Tsuchiya dikenal sebagai ‘Dorikin’ atau ‘Drift King’ asal Jepang yang mengorbitkan popularitas drifting di kancah internasional. Pebalap kelahiran 30 Januari 1956 di Nagano, Jepang ini memulai karir balapnya sejak terjun langsung di dunia balap liar Touge.

Balap di trek sempit, menanjak dan menurun membuat skill berkendara Keiichi-san semakin terasah. Karakter mengemudinya memang terbilang halus tapi agresif yang diterapkan olehnya saat menjajal ajang balap di luar Jepang.

Mulai dari Kejuaraan Fuji Freshman Racing (1977), Japanese Formula 3 Series, Japanese Touring Car Championship, hingga Super Touring car championship class. Sampai akhirnya meraih juara pertama dalam Toyota Cup (1988). Lalu berlanjut ke raihan posisi pertama Le Mans 24 Hours pada (1995) dan masih banyak lagi.

Sang Dorikin juga tampil menjadi cameo di film Fast & Furious: Tokyo Drift, menjadi juri D1-GP, sampai konsultan di serial Initial D dan Wangan Midnight.

Hingga sekarang, Keiichi-san berharap bisa terus mengajarkan para drifter muda dalam mewujudkan impian mereka beralih ke kelas amatir jadi profesional!

Foto: drifted

Pada 2003 lalu, Keiichi menunjukkan keseriusannya mengajarkan drift secara lebih luas dan mendalam lewat sebuah karya dokumenter Drift Bible: A Complete Guide to Drifting.

Film dokumenter ini memberi panduan lengkap step by step menjadi drifter profesional yang disusun langsung oleh sang Dorikin.

Foto: drifted

Berkat dukungan majalah ‘Best Motoring International’, film dokumenter berdurasi sekitar 1 jam lebih tersebut berisikan materi ulasan lengkap, tips dan trik, sampai penjelasan enam teknik dasar drifting yang terdiri dari E-Brake, Shift Lock, Power Over, Braking, Feint & Lift -Off.

Keiichi-san menjelaskan secara detail seputar teknik mengemudi sampai tuning performa di sejumlah mobil sport.

Tak hanya itu, sang Dorikin juga mengenalkan karakteristik dan cara melakukan drifting berbagai mobil, mulai dari AE86 Trueno yang legendaris (Toyota Corolla GT-S), S13 Silvia (Nissan 240SX – first gen) , S14 Silvia (Nissan 240SX generasi kedua) dan SW20 ( Toyota MR2).

Dalam segmen khusus, film dokumenter juga menjelaskan drifting yang dimulai sebagai teknik balap populer di kejuaraaan All Japan Touring Car Championship sejak puluhan tahun lalu.

Secara singkat, dalam film Keiichi Tsuchiya menerapkan banyak teknik dari pebalap idolanya, Kunimitsu Takahashi yang dijuluki sebagai ‘The Father Of Drifting’.

Saat masih jadi pebalap jalanan, Keiichi-san mempelajari banyak teknik mengemudi terutama drifting dari Takahashi-san. Kemampuannya dilatih secara langsung ketika memeragakan aksi drifting di jalan pegunungan Jepang.

Foto: dailysportcar

Berbagai aksi menegangkan di atas sebuah Toyota AE86 akhirnya menjadi perbincangan ketika pada 1987 beberapa majalah mobil populer dan bengkel tuning berkolaborasi untuk merilis video keterampilan drifting Keiichi-san berjudul ‘PLUPSY’.

Dorikin sendiri, memulai karir profesionalnya dari kejuaraan Fuji Freshman Racing pemula pada tahun 1977. Dari sini, karir Dorikin mulai menanjak, dan mulai mengikuti kejuaraan-kejuaraan bergengsi di Jepang seperi Formula 3 Japan, JTCC (Japanese Touring Car Championship) serta Super Taikyu.

- Advertisement -