Teppista Project Sulap Ferrari ‘Kontroversial’ jadi Speedster Bengal

0
Foto: NMAA
- Advertisement -

NMAA Proper Modz – Kemunculan Ferrari 612 Scaglietti mengundang banyak kritikan para pengamat otomotif saat memulai debut perdananya di awal 2000-an lalu.

Mobil berjenis Grand Touring (GT) dari Ferrari dianggap kurang estetik dengan desain konservatif yang akhirnya menuai banyak spekulasi tentang tahap produksi yang tergesa-gesa.

Dari laman Classic Driver, sang penerus Ferrari 456 GT sebetulnya tercipta sebagai wujud dedikasi kepada Sergio Scaglietti yang berperan sebagai perancang mobil Ferrari.

Foto: NMAA

Pada gelaran SEMA Show 2023, si kontroversial akhirnya menerima rombakan modifikasi bergaya mobil Speedster.

Idenya terinspirasi dari mobil balap Ferrari 500 TR yang dikerjakan oleh builder modifikasi S-Klub di Amerika Serikat (AS) seperti disebutkan oleh punggawa S-Klub, John S melalui akun Instagram @slang500.

Foto: NMAA

Modifikasi bernama 612 TR Teppista atau Teppista Project ini memberi Ferrari 612 Scaglietti dipaksa meninggalkan desain aslinya untuk menerima perubahan bergaya retro dari era 1950-an.

Bodywork aslinya berubah drastis dan beralih menjadi bentuk pahatan bertema retro-modern.

Terutama melihat part body kit tersemat apik di berbagai bagian. Seperti lips bumper depan, diffuser model agresif, dan wing belakang.

Foto: NMAA

Komponen bawaannya hanya disisakan pada bagian mesin. Sehingga, dipastikan masih mengusung mesin V12 5,7 liter non turbo dengan kemampuan hasilkan 533 hp dan torsi 434 lb-ft dalam kondisi standar.

Secara keseluruhan, gaya speedster yang diusung mirip seperti Ferrari Monza SP1. Dilanjut ubahan pelapis kulit warna biru cerah dengan aksen kuning tersebar rapi menampilkan sisi megah ruang kabin.

Foto: NMAA

Ferrari Paling Kontroversial?

Desain 612 Scaglietti sendiri dirancang oleh Frank Stephenson dengan mengadopsi desain khas dari Pininfarina dengan tampilan mobil GT klasik, atap panjang, sisi ramping, dan kaca depan luas.

Frank yang dikenal sebagai Design Director di McLaren dianggap memberi ambiguitas pada desain belakang dengan tampilan pendek tapi mengekspos lekukan atletis.

Foto: beverlyhillscarclub.com

Padahal, di luar kontroversi desain 612 Scaglietti, material body work berbahan alumunium membuat bobotnya lebih ringan dibanding Ferrari 456.

Material interior bernuansa premium dengan hadirnya bahan kulit eksklusif berhias trim alumunium.

Sedangkan jantung mekanisnya berasal dari mesin V12 berkapasitas 5.7-liter yang dikembangkan secara langsung dari 575 Maranello.

Kemampuan mesin besar ini sanggup meletupkan tenaga 540 bhp dengan kecepatan maksimum 200 mph atau 321 km/jam.

- Advertisement -