Pahami Tips Mudah Pasang Roofbox Mobil Anti Ribet

0
Foto: Web Option
- Advertisement -

NMAA Tips n Trick – Pemasangan roofbox di atap mobil bisa menjadi alternatif untuk menambah ruang penyimpanan standar.

Biasanya para pemilik mobil SUV atau MPV memasang komponen satu ini untuk menyimpan barang bawaan saat perjalanan jauh.

Tapi ternyata tidak semua mobil bisa memasang roof box di atap mobilnya. Maka dari itu, sebelum Anda memutuskan untuk memasangnya, ada baiknya perhatikan beberapa hal berikut ini:

Foto: Freepik

1. Pasang Roof Rack

Pertama-tama sebelum memasang roof box Anda harus sudah memiliki roof rail.

Nah, gunanya roof rail adalah menjadi pegangan bagi roof rack yang berfungsi sebagai dudukan si roof box tersebut di atap mobil. Jangan menaruh barang bawaan langsung di atas atap kendaraan.

Bagi mobil yang sudah memiliki roof rail tentunya memang sudah didesain untuk dapat memasang roof rack.

Tetapi, bagaimana jika mobil yang dimiliki belum memiliki roof rail? Tentunya mobil harus terlebih dulu memasang roof rack.

2. Kenali Jenis Roof Rack

Jika mobil Anda tidak tersedia roof rail sebenarnya bisa menggunakan roof rack atau roof rail aftermarket yang tersedia di toko aksesoris.

Ada dua pilihan jenis pemasangannya yaitu dengan cara atap mobil dibor untuk memasang roof rail atau menjepit roof rack di tulang atap.

Dua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, untuk itu tentukan sesuai kebutuhan.

Keselamatan berkendara adalah hal utama yang harus diperhatikan dalam menentukan pilihan tersebut, jadi lebih baik pasanglah roof rack yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mobil.

Makin Praktis Simpan Barang Sampai 90 Kilogram | Foto: NMAA

3. Perhatikan Beban Maksimal Mobil

Sebelum memilih roof rack dan roof box, terlebih dahulu pahami beban maksimal yang mampu di atap mobil.

Beban maksimal yang diperbolehkan ketika membawa beban di atap mobil dapat berbeda di setiap kendaraan.

Sebagai gambaran, untuk SUV atau MPV berat maksimal yang menanggung beban di atap sekitar 80 kg (termasuk beban roof box dan roof rack).

Apabila beban yang ternyata lebih berat, dapat berdampak pada keselamatan dan kenyamanan berkendara. Serta memicu deformasi/penyok pada atap kendaraan.

4. Pilih Material dan Bentuk Roof Box

Jika roof rack sudah terpasang maka berikutnya memilih material roof box yang baik, di mana saat ini material yang cukup baik adalah yang berbahan dasar plastik karena tahan akan perubahan cuaca dan iklim.

Perhatikan juga desain atau bentuk roof box yang sesuai dengan desain atap mobil karena akan memengaruhi aerodinamika mobil, keselamatan serta kenyamanan berkendara saat melaju di kecepatan tinggi.

Jika ukuran dan bentuknya tidak sesuai maka dapat membahayakan pengendara dan penumpang karena mobil akan menjadi tidak stabil.

Pilihlah yang bobotnya tidak terlalu membebani mobil, kurang lebih sekitar 10 kilogram.

Urusan menggunakan roof box ini tidak hanya soal beban maksimal saja, tapi juga harus memperhatikan dimensi roof box tersebut. Tinggi ideal roof box berkisar di angka 35-45 cm dan lebar 90-95 cm.

5. Teliti Lagi Cara Memasangnya

Kalau sudah menetapkan pilihan, perhatikan lagi cara pemasangannya, harus cermat dan teliti. Jangan sampai ada efek samping yang berpengaruh terhadap kenyamanan.

Seperti adanya kebocoran saat hujan atau mencuci mobil. Lalu, tempatkan roof rack di posisi tengah, jangan terlalu ke depan atau terlalu menjorok ke belakang karena akan mengganggu aerodinamika mobil sehingga membuat mobil tidak stabil ketika melaju.

Foto: motor1.com

6. Catatan saat berkendara

Jika sudah sesuai dengan standar keamanan, maka sebaiknya Anda menempatkan barang-barang yang ringan ya pada roof box. Misalnya seperti tas atau baju sehari-hari. Hindari menaruh barang bawaan yang terlalu berat.

Ketika membawa muatan barang di atap kendaraan, pastikan anda mengemudi dengan pelan dan hindari manuver yang berlebihan seperti pengereman mendadak atau berbelok dengan cepat.

Berat tambahan pada bagian atap akan meningkatkan pusat gravitasi kendaraan dan dapat mempengaruhi karateristik mengemudi.

Akibatnya, kesalahan dalam mengemudi ataupun manuver mendadak dapat menyebabkan anda kehilangan kontrol dan dapat menyebabkan kecelakaan.

- Advertisement -