NMAA News Flash – Membuka musim 2024, ajang balap Pikes Peak International Hill Climb (PPIHC) ke-102 akan berlangsung pada 23 Juni mendatang.
Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk hi-peformance crossover Hyundai Ioniq 5 N unjuk kebolehan menjajal jalanan curam, menanjak, dan berliku.
Perusahaan mobil asal Korea Selatan, Hyundai telah mengkonfirmasi keikutsertaan Ioniq 5 N dengan menerjunkan dua unit sekaligus yang mampu hasilkan tenaga 650 PS.
Selain berlaga di kompetisi motorsport ekstrem, PPIHC juga menjadi salah satu momen pembuktian Ioniq 5 sebagai hi-performance crossover ev tercepat!

Garis Keturunan Sporty dari N Division
Pengujian Ioniq 5 N sudah berlangsung sejak 5 April lalu oleh pebalap Robin Shute di California City, Amerika Serikat dan akan terus melakukan improvement.
Head of N Brand Motorsport, Till Wartenberg menjelaskan, PPIHC 2024 menjadi tantangan baru bagi model crossover sport Hyundai unjuk ketangguhan sekaligus memecahkan tantangan.
“Kami telah memutuskan untuk memasuki Pikes Peak dengan Ioniq 5 N, SUV serba listrik terdepan di kelasnya. Hyundai memiliki sejarah dalam mendemonstrasikan teknologi dan produk baru di Pikes Peak sejak tahun 1992. Ioniq The 5N telah mengambil konsep itu dan mengubahnya menjadi EV berperforma tinggi. Kami yakin Ioniq 5N spesifikasi produksi akan memberikan kinerja yang diharapkan pelanggan kami di Pikes Peak ini,” jelasnya.
Dua mobil balap Hyundai Ioniq 5 N masing-masing dikendarai oleh pemegang juara 11 kali PPHIC Paul Dalenbach dan Executive of the Hoonigan, Ron Zarasu.

Rombakan Total
Memenuhi kebutuhannya di PPHIC 2024, Hyundai Ioniq 5 N sudah menempuh sejumlah penyempurnaan sesuai kebutuhan kompetisi.
Perubahan tampilan dan performa juga menjadi basis untuk berlaga di Nürburgring 24 Hours.
Ajang balap yang berlangsung pada 30 Mei mendatang menjadi babak penentuan pebalap WRC Dani Sordo dan pebalap Pikes Peak Robin Shute tuntaskan balapan.
Hyundai Ioniq 5 N spesifikasi Pikes Peak masih mempertahankan motor listrik ganda. Dua roda depan dapat melontarkan sekitar 166 kW/223 HP, sedangkan belakang 282 kW/378 HP.
Kombinasi dua sistem penggerak akan menghasilkan sekitar 601 HP. Semburan tenaga tambahan dapat diaktifkan oleh sistem N Grin Boost Output lewat sebuah tombol di setir.
Jika sistem tersebut aktif, mobil akan memiliki tambahan tenaga di dua motor penggerak selama 10 detik.
Dua motor penggerak listrik bertenaga buas mendapat pasokan daya melalui 84 kWh dengan fitur pelengkap pengisian daya lebih cepat mengandalkan daya 238 kW.

Fitur pengisian daya dari 10 persen sampai 80 persen dapat terisi penuh hanya dalam 18 menit.
Performa beringas Hyudai Ioniq 5 N terasa dari kemampuan akselerasi 0 – 60 mph hanya 3,25 detik. Dengan syarat, mengaktifkan N Launch Control dan Grin Boost atau doping performa mirip NOS.
Melalui dua motor listriknya, Ioniq 5 N bisa menjangkau top speed 162 mph.
Peningkatan tenaga tentunya sebanding dengan keandalan pengereman, berkat kaliper 4 piston di dua roda depan dan 1 piston di dua roda belakang.
Pengereman juga mendapat fitur regenetive braking system saat ABS aktif.


