Suzuki Fronx Miliki 12 Fitur ADAS yang Dikemas dalam Suzuki Safety Support

0
- Advertisement -

NMAA News – Suzuki Fronx yang sedang ramai dibicarakan di jagad media sosial, memiliki beberapa jurus unggulan untuk menorehkan volume penjualan di segmen SUV-B yang super ketat kompetisinya.

Salah satunya, dukungan fitur Suzuki Safety Support (SSS) yang berisi teknologi Advance Driving Assistance System (ADAS). Teknologi ADAS pada Fronx tidak nanggung, yakni mengusung hingga 12 fitur yang mengasistensi pengemudi.

Fitur SSS atau ADAS versi Suzuki ini disematkan pada Suzuki Fronx varian tertinggi, yakni tipe SGX. Suzuki Fronx juga akan dirakit lokal. Rencananya akan diproduksi di pabrik Suzuki Cikarang, Jawa Barat.

Lengkapnya fitur ADAS tersebut oleh pihak Suzuki Jepang, merupakan hasil studi dan survei yang dilakukan pihaknya dengan Suzuki Indonesia dalam membaca dan menganalisa kondisi jalan raya dan perilaku berkendara di Indonesia.

Sistem ADAS dengan 12 sensor plus kamera ini dikemas dalam label Suzuki Safety Support (SSS). Fitur SSS ini bahkan dirancang khusus bisa mendeteksi keberadaan kendaraan lain, pengendara motor, pejalan kaki, hingga pesepeda.

Hal tersebut diungkapkan Ryuichi Yamane selaku Department Manager in Charge ADAS Control  Development Dept, Automobile ADAS Development Division Suzuki Motor Corporation (SMC) saat memberikan briefing Suzuki Fronx ke media di di Sirkuit Proving Ground Bridgestone, Karawang, Senin (21/4/2025).

“Kami sematkan 12 sensor plus kamera radar untuk melengkapi fitur keselamatan dan keamanan Suzuki Fronx. Nantinya fitur SSS ini akan mendampingi si pengemudi di tiap perjalanannya,” ujar Ryuichi.

Fitur Suzuki Safety Support yang mengakomodir 12 fitur ADAS pada Suzuki Fronx tersebut mencakup:

DSBS II – Autonomous Emergency Braking. Sistem ini memberi pengereman darurat otomatis jika terdeteksi akan terjadi tabrakan depan. Fitur ini berfungsi mengurangi risiko tabrakan depan atau mengurangi tingkat kerusakan akibat tabrakan.

LKA – Lane Keeping Assist. Fitur ini berfungsi mempertahankan mobil tetap berada di lajur dan berfungsi berbarengan dengan ACC. Sehingga mobil dapat mempertahankan posisinya tetap pada tengah lajur.

Pengemudi bisa melepas tangannya dari kemudi sepenuhnya. Namun demi keamanan, sistem memberi sinyal agar menyentuh kembali kemudi setiap 15 detik untuk memastikan ada orang memantau.

LDW – Lane Departure Warning. Fitur LDW bekerja bersama LDP. Satt sistem membaca mobil keluar lajur tanpa menyalakan lampu sein, sistem memberi peringatan ke pengemudi. Secara bersamaan sistem memberi koreksi pada setir dengan fitur LDP sehingga mobil tetap berada di tengah lajur.

LDP – Lane Departure Prevention. Sistem LDP secara aktif mengoreksi setir jika mobil terdeteksi keluar lajur tanpa menyalakan lampu sein.

ACC – Adaptive Cruise Control. Sistem ini akan mempertahankan kecepatan sesuai yang ditentukan pengemudi apabila jalanan kosong. Mobil akan melambat atau berakselerasi mengikuti obyek yang ada di depannya.

ACC ini berfungsi mempertahankan kecepatan dan jarak aman dengan kendaraan di depannya secara otomotis, tanpa sopir harus menginjak gas atau rem. Fitur ini dapat beroperasi hingga mobil berhenti sendiri alias 0 kpj.

HBA – High Beam Assist. Secara otomatis akan mengaktifkan lampu high beam jika kondisi di depan gelap dan tidak ada kendaraan lain melintas. Sebaliknya, kalau ada kendaraan lain di depan, lampu akan otomatis akan kembali ke low beam.

BSM – Blind Spot Monitoring. Berfungsi mendeteksi obyek di belakang bagian kiri dan kanan mobil. Akan ada indikator di spion luar jika terdeteksi ada obyek lain di sekitar mobil.

VSW – Vehicle Swaying Warning. Merupakan fitur pendeteksi ketika pengemudi menyetir dengan tidak stabil ke kiri-kanan. Sistem akan memberi peringatan agar pengemudi tetap fokus berkendara.

HUD – Head Up Display. Berfungsi memberi beberapa informasi penting yang dipantulkan pada kaca depan (windshield) sehingga dapat dilihat pengemudi tanpa harus mengalihkan fokus ke depan.

360 View Camera. Membantu pengemudi untuk melihat sekeliling mobil dengan lebih aman dan presisi.

Parking Sensor. Mendeteksi obyek statis di sekitar kendaraan saat mobil diparkir dan memberikan tanda berupa bunyi peringatan.

RCTA –  Rear Cross Traffic Alert. Berfungsi saat pengemudi keluar parkiran dengan cara mundur. Apabila saat mobil mundur namun ada kendaraan lain terdeteksi sedang melaju di belakang, maka sistem akan memberi peringatan. Fitur ini hanya akan memberi peringatan, bukan pengereman otomatis.

 

 

 

 

 

 

 

 

- Advertisement -