NMAA News – GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) optimis penyelenggaraan pameran business-to-business khusus kendaraan komersial, GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026 bisa berperan sebagai momentum bangkitnya industri kendaraan niaga di Tanah Air.
Optimisme ini merujuk pada data GAIKINDO yang menunjukkan kenaikan ekspor kendaraan utuh (CBU) sebanyak 518.212 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan 9,75 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 472.194 unit.
Dari total ekspor kendaraan bikinan Indonesia tersebut, sektor kendaraan komersial sendiri menyumbang hampir 4% total ekspor tersebut atau sebesar 20.326 unit. Artinya, berrbagai kategori kendaraan niaga unggulan Indonesia kini menjadi andalan operasional di pasar internasional.

Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika mengatakan, industri otomotif secara keseluruhan di sektor ekspor mengalami pertumbuhan cukup positif di 2025.
“Fakta ini cukup menyegarkan, mengingat di tengah tantangan berat industri otomotif Indonesia, angka ekspor justru semakin menguat bahkan sukses mencetak rekor tertinggi sepanjang masa,” jelas Putu.
Penguatan ini, tambah Putu, menjadikan kinerja ekspor sebagai pilar utama pertumbuhan industri nasional. Tidak terkecuali bagi sektor kendaraan komersial yang turut memberikan kontribusi strategis.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan basis manufaktur dan menghargai segenap langkah yang sudah dilakukan industri nasional.

“GIICOMVEC hadir sebagai pameran yang fokus pertemuan bisnis (B-to-B). Dirancang menjadi jembatan pertemuan industri otomotif nasional dengan calon pembeli potensial. Baik dalam maupun luar negeri,” imbuh Putu di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Menurut Putu, hasil pencapaian ekspor ke 93 negara tujuan sekaligus mencetak rekor di 2025 menjadi bukti nyata kualitas produksi otomotif Indonesia telah diakui secara global.
“Peningkatan volume produksi sangat krusial memastikan industri kendaraan Indonesia memiliki basis pasokan kuat memenuhi permintaan global yang bertumbuh. Sekaligus memperkokoh posisi kita dalam rantai pasok otomotif dunia,” tegas Putu.
Ditambahkannya, angka produksi mobil di Indonesia tercatat berada di kisaran 1,2 juta unit pada 2025 dan diprediksi akan terus berkembang.
GAIKINDO optimis penyerapan produksi akan dapat memaksimalkan kapasitas produksi industri otomotif Indonesia mencapai angka 2.59 juta unit per tahun.
“Dengan memperluas jaringan pasar melalui pameran GIICOMVEC ini, angka ekspor tersebut dapat terus bertambah dan memberi kontribusi lebih besar terhadap capaian industri kendaraan bermotor Indonesia,” imbuhnya.

Sementara di kesempatan sama, Anton Kumonty, Ketua Harian dan Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO menjelaskan, GIICOMVEC hadir membantu pelaku bisnis menemukan armada yang benar-benar tepat sesuai jenis usahanya.
Karena setiap bidang industri memiliki tantangan dan kebutuhan berbeda, GIICOMVEC hadir menyajikan berbagai jenis kendaraan komersial dengan spesifikasi dan fitur sesuai kebutuhan.
Anton mengatakan, pihaknya ingin menjadikan GIICOMVEC sebagai solusi tepat bagi para trade visitor yang bisa mendapat segala kebutuhan bisnisnya di satu waktu.
“Mulai melihat teknologi sasis terbaru, menyesuaikan desain karoseri, hingga eksplorasi beragam inovasi dari industri pendukung otomotif. Semuanya tersaji lengkap di pameran,” jelasnya.
Penyelenggaraan ajang GIICOMVEC yang didukung Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia ini menargetkan 11 ribu trade visitor.
Karena itu mengakomodir lahan lebih luas, nyaman, dan strategis, GIICOMVEC kini menggunakan lokasi baru, di Hall B dan Hall C, Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Periode pamerannya berlangsung pada 8 – 11 April 2026.

