Black Stone Live Modz 2022 Dimulai, Ini Dia 5 Car Entusiast Terpilih Berdasarkan Proses Kurasi Tim Juri

0
Foto: NMAA
- Advertisement -

NMAA News – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Ketua Dewan Pembina National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) Bambang Soesatyo (Bamsoet), resmi membuka gelaran Black Stone Live Modz 2022 ‘Perang Bintang’, hari ini Kamis 19 Mei 2022.

Program modifikasi di gelaran OLX Autos Indonesia Modification & Lifestyle Expo 2022, kali ini melibatkan kontestan terpilih berdasarkan proses seleksi dan kurasi tim juri. Antara lain Pembalap dan Wakil Ketua Umum IMI Mobilitas Rifat Sungkar, YouTuber Otomotif Fitra Eri, dan NMAA National Judge Erwin M. Chairudin.

Akhirnya, terpilih 5 orang peserta sesuai proses seleksi dan kurasi. Antara lain Raffi Ahmad, Gading Marten, Uya Kuya, Andre Taulany, dan Atta Halilintar. Nantinya kelima peserta akan mengerjakan mobil modifikasi masing-masing dengan dukungan dari produsen aftermarket, bengkel spesialis, dan modifikator yang tergabung dalam National Modificator & Aftermarket Association (NMAA).

“Black Stone Live Modz 2022 ini merupakan kontes modifikasi IMX untuk mendukung perkembangan industri otomotif Nasional. Menjadi wadah berkreasi para car enthusiast menuangkan ide kreatif dan inovasi yang dapat menumbuhkan sektor ekonomi khususnya industri kreatif,” ujar Bamsoet di hadapan para peserta Black Stone Live Modz 2022.

Perkembangan tren modifikasi di Indonesia lanjut Bamsoet, menjadi tantangan untuk generasi muda membuat konsep modifikasi terbaik dengan dukungan para produsen aftermarket, dan kompetensi dari para bengkel spesialis di Indonesia.

“Kalau mobilnya dari luar negeri, maka harus ada kreativitas yang tumbuh dari dalam negeri. Industri modifikasi merupakan hasil dari kreativitas anak-anak muda, meskipun mobilnya sendiri kebanyakan masih didapat dari secara impor,” lanjut Bamsoet.

Ia berharap, dengan beragam kreasi anak muda di Indonesia yang saat ini semakin kompetitif dapat mendorong tingkat kreativitas dari dalam negeri. “Memasuki era mobil listrik yang tinggal di depan mata, industri otomotif dalam negeri harus dapat fleksibel mengikuti tren dan perkembangan. Tentunya menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang bagi industri supaya ke depannya dapat membangun pabrikan mobil dalam negeri,”harap Bamsoet.

- Advertisement -