NMAA News – Dari kelima mobil modifikasi Black Stone Live Modz Challenge 2022 ‘Perang Bintang’, Avanza EV Concept garapan Atta Halilintar dan Tim Ashiap punya konsep menarik. Ia justru memilih basis mobil sejuta umat Toyota Avanza yang didapat dari OLX Autos.
Sesuai dengan konsep modifikasi The One and Only, Atta dan Tim Ashiap membangun mobil konsep berdaya listrik. Hal ini tentu berbeda dengan berbagai Avanza di luaran sana yang sudah dimodifikasi.
Dibalik kesan futuristis Avanza listrik tersebut, inovasi tim Atta juga terwujud dari penggunaan material ramah lingkungan pada bagian ruang interior. Head Modificator Tim Ashiap, Tomi Gunawan memilih langsung material serabut kelapa pada beberapa komponen interior.
“Langkah ini juga dilakukan oleh pabrikan otomotif di beberapa negara. Pengerjaannya juga mudah. Enggak jauh berbeda seperti modifikasi interior pada umumnya,” sebut Tomi.
Foto: Tim NMAA
Tampilan kontras bagian eksterior dan interior dihadirkan Tim Ashiap dengan mempertahankan skema warna putih dan biru. “Mobil listrik begitu kuat kesan masa depan, untuk itu warna putih dan biru juga diaplikasikan di interior,” jelas Tomi.
Secara teknis, jok bawaan Avanza diganti menjadi dua baris jok terpisah. Kemudian penggunaan serat kelapa yang dipasok dari PT RMA diberikan pada bagian peredam, karpet dasar, pintu dan bodi.
Foto: Tim NMAA
Upaya alternatif modifikasi
Konsep go green di Avanza EV Concept Atta Halilintar dibuat dari bahan serabut kelapa
(Cocofibre) yang dapat digunakan untuk menjadi bahan baku pembuatan peredam suara mobil, pengganti busa door trim hingga jok mobil.
“Ini merupakan terobosan baru rasa lama. Sebetulnya industri otomotif sudah tidak asing dengan penggunaan serabut kelapa di ruang interior,” kata Presiden Direktur PT Rekadya Multi Adiprima (RMA), Farri Aditya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan kembali serabut kelapa adalah bagian dari pemilihan material berbasis kearifan lokal dalam campaign pengunaan material Reduce, Reuse, hingga Recycle. Cara ini sudah lebih dulu dilakukan oleh brand otomotif pada dekade 1960-an. Sejumlah mobil produksi saat itu menggunakan bahan hilirisasi ini untuk melapis interior.
Di dunia otomotif, serabut kelapa terbagi menjadi dua segmen yang menyasar komponen interior berbeda.
Jenis Coco Felt diaplikasikan sebagai peredam suara, peredam panas, headlining roof, floor dan jok mobil. Sedangkan Coco Board dapat diaplikasikan menjadi door trim, front door, rear door, dan back door.
“Material ini punya banyak keunggulan menggantikan beberapa komponen interior. Secara kualitas serat kelapa Indonesia punya kualitas nomer 1 di dunia. Hal inilah yang membuatnya kembali dilirik oleh industri otomotif menggantikan produk sebelumnya,” jelas Adit.