Modifikasi lampu mobil tak luput jadi target gubahan para car enthusiast, lantaran dapat meningkatkan kesan estetis tanpa mengurangi fungsinya sebagai komponen penerangan. Merubah tampilan pada headlamp mobil biasanya diterapkan dengan mengganti jenis bohlam atau variasi mika, sehingga dapat menghasilkan intensitas cahaya yang tajam dan warna lebih variatif.

Saat ini sedang digandrungi jenis modifikasi pada headlamp bergaya Lazy Eyes, memuat tampilan kendaraan terkesan elegan dan futuristik. Lucunya, menurut salah satu foundernya, Khrisna dari Lumens, gaya tersebut terinspirasi dari kondisi mata manusia saat mengantuk, biasanya mata sedikit tertutup atau terlihat sayu. Meski secara prinsip mata sayu tidak baik untuk kesehatan, tapi di ranah modifikasi konsep ini berkembang menjadi kosmetik untuk memperindah tampilan  kendaraan.

“Saat ini Lazy Eyes masih jadi tren di Indonesia. Karena dapat menghasilkan cahaya lebih variatif dan memiliki konsep elegan,”ujar punggawa dari Produk Aftermarket Lighting Lumens Light Bandung, Krisna, saat dihubungi oleh NMAA Team, belum lama ini.

Menurut Krisna, Lazy Eyes memuat keunggulan lain, walaupun cahaya yang dihasilkan cenderung  redup, tetapi tidak akan membuat silau kendaraan lain yang sedang berpapasan. Bahkan, dapat lebih focus pada jarak pandang kendaraan, dengan menggunakan lampu  berjenis Light Emiting Deodes (LED).

“Cahaya yang ditimbulkan lebih tajam dan soft, karena dudukan akrilik yang membentuk paparan sinar dari lampu LED, konsumen juga menyukai karena cenderung terlihat elegan. Untuk penggunaan sehari-hari jelas tidak akan mengganggu kendaraan lain, karena sinar yang dihasilkan nantinya fokus ke titik depan, sedangkan untuk stoplamp bakal mempermudah pengendara di belakang bisa lebih awas mengondisikan kendaraannya,” kata Krisna.

LED mempunyai ketahanannya yang lebih baik serta intensitas cahaya yang didapat lebih terang dengan daya yang lebih kecil bahkan dibanding HID. Dalam pengaplikasiannya LED tak membutuhkan ballast seperti HID,  tetapi LED tetap perlu penambahan relay maupun conversion kit. Biasanya sudah tersedia dalam satu paket saat pembelian.

Modifikasi Lazy Eyes ini dapat diterapkan untuk motor maupun mobil, asalkan menyesuaikan warna yang ditimbulkan oleh bohlam supaya tidak terkesan norak atau terlalu silau. “Bentuk ataupun gayanya disesuaikan dengan keinginan pelanggan, tentunya bisa diskusi dulu sebelum masuk ke proses pemasangan,” Jelasnya.

Biasanya pemasangan lampu Lazy Eyes memakan waktu selama satu 1-2 minggu, sebelumnya pelanggan memilih model tampilan lampu yang diinginkan. Seperti  berbentuk strip horizontal, vertikal atau perpaduan keduanya. Prinsip Lazy Eyes sendiri digarap secara handmade, dengan menambah potongan akrilik pada bagian mika sesuai bentuk yang diinginkan. Lalu mengatur jarak titik cahaya sedikit lebih jauh dari potongan akrilik tersebut. Hasilnya, lampu akan memancarkan cahaya lebih soft. Adapun ukuran tebal akrilik yang digunakan bervariasi, mulai dari 5 mm hingga 8 mm, tergantung pada kebutuhan dan permintaan dari customer.

“Disesuaikan juga dengan dudukan lampu pada kendaraan yang berbeda-beda,”tambahnya.

Untuk menampilkan modifikasi jenis ini pada mobil dapat dibanderol dengan harga sekitar Rp.4,5 juta sampai Rp.5,5 juta. Tergantung bentuk dudukan lampu kendaraan dan jenis Lazy Eyes yang hendak dimunculkan. Lumens Light  akan memamerkan hasil karyanya di pameran otomotif “Osaka Auto Messe” pada 14-16 Februari 2020, di Osaka, Jepang.

Khusus untuk modifikasi Lazy Eyes, tim Lumens akan membawa prototipe modifikasi lampu untuk Toyota All New Rush dan Mitsubishi Xpander.   Brand aftermarket yang mewakili Indonesia di event Osaka Auto Messe ini akan membawa senjata terbaiknya untuk menyilaukan ranah modifikasi global. Sama seperti produk Lazy Eyes nya .

Sebagai pionir yang terfokus pada modifikasi lampu dan restorasi kaca mobil Yoong Motor  mengedepankan sisi fungsional pada ranah modifikasinya. Menyoal kebutuhan di jalan raya, meningkatkan visibilitas dan ketajaman sinar lampu dapat dilakukan, apabila bohlam bawaan standar dirasa belum cukup.

“Beberapa konsumen ingin meningkatkan performa lampu saat digunakan di malam hari atau hujan. Bila menerapkan komposisi yang keliru sangat berpengaruh pada perangkat relay hingga conversion kit,”Jelas Founder dan CEO Yoong Motor, Yomin Sugiarto.

Untuk menghasilkan gaya modifikasi “mata malas”, teknik yang diaplikasikan dengan cara menghilangkan titik cahaya lampu dengan mengatur jarak spot. Tapi pada praktiknya, penggunaan akrilik dapat dioptimalkan dengan cutting stiker.

Foto: Yoong Motor

Foto: Yoong Motor

“Sekarang kita sudah coba dengan menerapkan cutting sticker yang dibuat pakai mesin laser, fungsinya sama, tapi paparan sinarnya lebih mendetail,”tukasnya.

Ia menyarankan, bagi pemilik mobil yang ingin menerapkan tampilan Lazy Eyes dapat menyesuaikan intensitas cahaya sesuai dengan fungsinya. Sebab bila dilakukan dengan asal akan menimbulkan dampak pada komponen headlamp.

“Intensitas sinar berwarna putih pada lampu LED dengan Kelvin tinggi memang menyorot tajam saat cuaca cerah. Namun, tidak maksimal atau bahkan kalah saat berhadapan dengan kabut,makanya untuk merubah tampilan headlamp perlu komposisi yang pas. Apabila untuk harian sinar lampu harus bisa menembus kabut bukan malah memantul jadinya,” tandas Yoong.