Ingin Dongkrak Performa Mesin? Kenali Dulu Tahap dan Peruntukannya

Meningkatkan tenaga mobil harian biasa dengan cara upgrade mesin. Langkah ini diikuti dengan mengganti sejumlah part di mesin dari versi OEM ke aftermarket. Tapi, sebelum mengganti sejumlah komponen dapur pacu, kenali dulu tahapan ideal yang biasa digolongkan dari mulai Stage 1, Stage 2 dan Stage 3 yang lebih advanced.

Selain menginginkan mobilnya berlari lebih cepat atau tarikan lebih responsif, kerap kali sebagian petrolhead masih terjebak part racing yang bahkan tidak sesuai peruntukannya. Justru hal ini membahayakan, apalagi jika bengkel yang dipercaya untuk meningkatkan performa mesin tidak merekomendasikan racikan pas untuk mobil harian.

Foto: Ist @speedz77777

“Seharusnya, sebelum upgrade performa juga diketahui oleh pemilik mobil. Misalnya dia cari dulu part yang sesuai dengan mobilnya. Jadi pas dateng ke bengkel tinggal diskusi atau lebih baik dia punya rekanan yang sudah ngoprek mobil,” tutur Hans Steven, punggawa Bengkel Spesialis Mesin, Speed Z Performance, Ruko CBD Green Lake City, Cipondoh, Tangerang.

Bukan hanya meningkatkan tenaga, melimpahnya barang aftermarket dengan harga relatif murah sekarang tentunya harus kompetibel dengan mobil kalian guys. Tentunya akan berbeda komponen dan ubahan yang dilakukan. Selain menghasilkan besutan tenaga racikan, jika komposisinya keliru bisa menghasilkan efek downgrade yang tentunya beresiko. Oiya, kita akan mulai membahas upgrade khusus mobil bermesin N/A.

Foto: Ist @speedz77777

Pada tahap dasar atau Stage 1 ubahan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mesin. Tahap ini bisa dilakukan juga untuk mobil dengan transmisi otomatis. Dari mulai kopling racing, open air filter atau replacement, busi iridium, kable busi,  dan koil mobil dulu direct coil. Pengapian makin optimal dengan penggantian modul MSD yang memiliki andil mengatur waktu dan besaran pengapian.

Sektor pembuangan mengalami ubahan menggunakan knalpot down pipe atau dengan cara mengganti komponen front pipe head. Selain pembuangan, komponen ini berpengaruh terhadap pendek atau panjang tarikan mesin. Terlebih, mengatur putaran atas dan bawah.

Foto: Captured via Youtube

Setelan knalpot tersebut harus disesuaikan dengan spek mesin. Secara umum mobil bermesin empat silinder, menggunakan header konfigurasi 4-2-1. atau  4-1,  dengan pipa berdiameter  2 inci. Artinya, header tersebut menggunakan empat saluran untuk menyalurkan gas buang pembakaran mesin, kemudian disalurkan ke dua saluran di badan knalpot, dan terakhir satu saluran di mulut knalpot.

“Header berkonfigurasi 4-1 artinya header memiliki empat saluran untuk menyuplai gas dari blok mesin, kemudian disalurkan ke satu saluran gas buang. Agar konfigurasi tersebut optimal, menggunakan bensin oktan tinggi untuk mendapat fuel pressure,” ujar Hans.

“Dalam stage ini direkomendasikan untuk dipakai harian. Hasilnya, tarikan lebih enteng, mudah perawatan dan masih nyaman dipakai harian. Khusus banderol harga sendiri bekisar antara 10 sampai 15 juta, tergantung part aftermarket atau OEM mobil lain yang digunakan,”jelas Hans.

Foto: titaniumvalve.com

Memasuki tahap kedua atau Stage 2, dikhususkan untuk mobil balap amatir. Misalnya mulai menjajal track day atau kompetisi balap. Ubahannya mulai menjamah sejumlah basis mesin. Kita akan menemui ubahan yang berhubungan dengan proses bubut.

Mengganti per klep internal retainer atau mengganti per klep berbahan titanium agar lebih. Klep sendiri merupakan salah satu part mesin dengan harga yang cukup tinggi, selain dibuat dari satu bongkahan titanium casting melalui beberapa tahap.

Tahap ini juga mulai menjamah teknik porting and polish (PnP), atau menghaluskan jalur masuk dan keluar bahan bakar. Khusus untuk Porting ditempuh dengan pemanfaatan volumetric efisiensi mesin, dianggap sebagai langkah ekstrem memperoleh tenaga mesin secara signifikan.

Langkah optimalisasi dengan jalan PnP ini bukan mustahil pula bakal memberikan keuntungan dari konsumsi bahan bakar yang makin efisien. Ini akibat penyempurnaan konstruksi mesin terutama dari bagian head, dengan cara merapikan struktur metal mesin. Biasanya intake dan exhaust yang dihaluskan lubangnya. Jika perlu bentuk ulang jalur masuknya (angin dan bensin) di intake, dan papas head.

“Tahap ini bisa meningkatkan tenaga lebih signifikan bersifat mekanis. Sekitar 40% dari tenaga bawaan. Patokannya pada suplai udara masuk ke head stock  lebih banyak. Kalau langkah PnP benar, power band di setiap gigi jadi bertambah lebar/napas mesin lebih panjang, ” terang Hans.

Masuk ke tahap yang lebih tinggi atau istilahnya Stage 3 ubahan terbilang lebih kompleks. Pada tahap ini mengkonfigurasikan ubahan mesin untuk mencapai semburan tenaga lebih besar, bahkan tenaga bawaan bisa meningkat sekitara 70% hingga 100%.

Foto: junauto.co.jpn

Stage 3 ini sama-sama mengalami ubahan kompleks meningkatkan kompresi. Dari mulai mengganti piston, stang piston, kruck as, crank saft dan fly wheel. Selain itu, ubahan girboks diantaranya mengubah gear ratio. Fungsinya jelas untuk medium mencapai top speed.

Usai proses instalasi final, lanjut dengan mengganti Gear Ratio dan Final Gear Ratio mobil jadi lebih pendek. Sehingga, dapat terakomodasi dengan output power mesin kamu yang besar dan tetap pada limit engine Speed yang aman di kisaran 8000Rpm.

“ Misalnya mobil bermesin 1600cc dengan output 120 dk  mampu dibesut kencang sampai 200km/j dibanding dengan mobil niaga seperti truck dengan mesin 2300cc dan 20 dk hanya mampu top speed di kisaran 160-170km/h. Kondisi ini dikarenakan gear box dan final gear ratio memuat konfigurasi capai kecepatan tinggi,” urainya sembari mencontohkan.

Foto: carthrottle

Dari sejumlah penyebutan upgrade performa dari mulai Stage 1, 2 dan 3 sebenarnya tidak membatasi penggunaan parts tertentu. Karena kembali lagi ke kebutuhan dan peruntukan tiap mobil. Pastinya, berapa banyak Horse Power atau daya kuda (dk) yang dimanfaatkan usai proses tuning.

Sejumlah paket tersebut dipatok dengan harga bervariasi, dari mulai ganti perintilan Stage 1, porting polish pada Stage 2 tidak bisa diprediksikan. Tergantung part aftermarket yang digunakan. Dipredisikan mulai dengan banderol Rp. 3 juta.

Khusus untuk tahap Pro atau Stage 4 sejumlah ubahan diikuti penggantian part untuk memaksimalkan weight reduction. Tingkatan tersebut sudah dipastikan kalau tenaga mesin disetel untuk keperluan kompetisi yang dapat meningkat hingga 100%. Tahap ini juga diikuti dengan memasang komponen Force Induction (FI) seperti Turbocharger atau Supercharger.

Foto: @speedz77777

Saat ini para konsumen Speed Z yang berdatangan banyak memesan paket dongkrak performa untuk mobil harian atau niaga berbahan bakar diesel. Bisa disebut, mobil berbahan bakar diesel merupakan jenis mobil yang cukup lama digunakan untuk aktivitas bermobilitas sejak medio 1990an. Para pelanggan ingin dongkrak performa mobil diantaranya untuk Toyota Innova (2018), Toyota Innova 2GDFTTV (2020), dan mobil bermesin diesel lengkap dengan turbo dari pabrikan lainnya.

“Sekarang kita banyak upgrade buat mobil diesel. Kayak misalnya reflash atau remap ECU kisaran Rp. 6,5 juta. Selain itu  upgrade Turbo, down pipe dan  front pipe pada knalpot, sampai pump shaft dan common rail,” pungkas Hans.

Buat kamu yang ingin tingkatkan performa mesin mobil, bisa datang langsung ke Speed Z, Jakarta. Atau sila berkabar dulu via pesan langsung Instagram dan follow akun @speedz77777. Atau bisa bertandang langsung ke bengkel mereka di Green Lake City Ruko CBD Blok L No.7, Cipondoh, Tangerang.

Related Articles

Stay Connected

21,848FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles