Honda Brio “Baby Type R”, Rekomendasi Modif Harian Bisa Ngepot di Trek

Fenomena pelabelan “Ricer” jamak ditemukan di kancah modifikasi Indonesia. Tak hanya menyasar selera atau gaya modifikasi, tapi hasilnya dapat menentukan tampilan akhir mobil usai mengalami ubahan tertentu . Sebutan RICER banyak diartikan menjadi Race Inspired Cosmetic Enchancement atau Radically immature Car Enthusiast. Dua kata tersebut bermuara pada sebuah ketidaksesuaian karya  modifikasi dengan fungsi ergonomika atau estetika. Atau modifikasi tidak tepat guna, bahkan menyasar ubahan tidak perlu.

Di indonesia sendiri, saat ini gencar dikampanyekan modifikasi proper sebagai acuan ubahan modifikasi fungsional dan dapat dipakai harian. Secara tampilan, modifikasi jenis ini mengalami ubahan tidak terlalu kompleks, terpenting nyaman dipakai harian. Sebaliknya, ikhwal ubahan ekstrem dan keperluan kompetisi sah-sah saja dilakukan asalkan memuat fungsi jelas, hanya keperluan kompetisi.

Foto: Ist @aldhyrais

Kondisi tersebut dipahami Aldhy Rais sebagai dinamika yang kerap terjadi. Alhasil, ia menunjukan referensi modifikasi harian di unit Brio Satya S miliknya.

“Modifikasi kali ini, gue ingin memberikan edukasi buat banyak orang yang ragu menggali potensi modifikasi di mobil mereka. Walaupun soal selera itu personal, tapi ada pakem atau aturan modifikasi mengutamakan aspek fungsional,” tutur Aldhy Rais, kepada NMAA Media.

Fenomena tersebut tak jarang membuat awam yang ingin memodifikasi hanya menyasar sisi aksesoris dengan mengaplikasikan ubahan berlebihan. Padahal di tengah banjir informasi saat ini banyak referensi proper car di sejumlah media sosial atau laman website. Dikatakan Aldhy, beberapa wilayah yang sempat disinggahinya membuktikan ranah otomotif dan modifikasi Indonesia sangat potensial menuju ke prospek lebih tinggi.

“Salah satunya gue membagikan referensi modifikasi proper car di unit Brio paling murah dari jajaran tipe Satya. Ini juga kita dapet tanpa wiper belakang,” kekehnnya, sembari menunjuk Honda Brio berkelir kuning yang dibanamai Obri.

Sektor ubahan eksterior paling menonjol dengan pemasangan add-on body kit secara plug in play. Dibilang mirip seperti Civic Type R? Memang! Aldhy mengadopsi model body kit bawaan Hothatch terganas Honda tersebut, sehingga menyematkan nama lengkap modifikasinya“ Baby Type R”.

Serangkaian part aerodinamika seperti bumper depan, side skirts,dan bumper belakang dipasang untuk menunjang tampilan agresif mobil berkelir kuning tersebut. Untuk mengoptimalkan visibilitas, head lamp bawaan diganti dengan versi aftermarket bergaya ”devil eyes”, termasuk  stop lamp hasil garapan Yoong Motor Indonesia.

“Bagian eksterior ini awalnya gue beraniin mengkonversi body kit Civic Type R yang punya lekukan tegas dan lancip buat si Obri. Pastinya sesuai gaya modifikasi Street Racing,” paparnya.

Foto: Aldhy Rais

Beralih ke sektor jantung pacu, Aldhy mengaku belum mengorek mesin lebih serius. Ubahannya terbilang simpel dengan suntikan Dastek Unichip. Racikan ini diklaim membuat Obri bisa lari 190 km/jam. Sementara knalpot andalkan jenis valvetronic dari  ORD Exhaust System.

“Alasannya,  kita bisa mengatur opsi suara knalpot. Kalau kalo masuk ke gang, sama pacar atau keluarga bisa pake yang silent. Tapi kalau kita di sirkuit, tol ngebut bisa pake knalpot racing,”ucap Aldhy.

Beres mengorek mesin, bagian kaki-kaki terlihat lebih racy dengan ubahan signifikan. Velg diganti versi aftermarket HSR Gymkana berukuran 15, lebar 6,5dan Et 42. Velg berkelir merah itu berbalut  ban Semi Slick  Accelera 651S 195/50 di depan, sedangkan di belakang berbalut ban radial Accelera 195/50.

Foto: Ist @aldhyrais

Guna memaksimalkan sistem pengereman si Obri yang sudah mengalami ubahan  peningkatan performa,  bagian depan bercokol Big Brake Kit (BBK) system HSR. Lalu, rem belakang convert jadi cakram double caliper. “ Part lainnya, kita percayakan BC coilover yang dibeli dengan kondisi seken. Agar bantingannya nyaman, dipasang dumper sok dari Prime SAS,” lanjut  Aldhy.

Pada bagian interior, ubahan seluruh ubahan dikerjakan Hardy Classic dan electronic oleh Ferrari jok Cibubur. Menariknya, Aldhy mengganti  head unit aftermarket Mirai Asuka berukuran  9 inci lengkap dengan frame. Sehingga komponen ini terlihat seperti bawaan OEM. “ Khusus interior kita memang ada project kolaborasi dengan para seat maker. Karena mengutamakan Street Racing, jadi ubahan interior lebih minimalis,” pungkas Aldhy.

Related Articles

Stay Connected

22,069FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles