Modifikasi BMW M2 F87,Tampang Terlihat Natural Berlimpah Part Performa Spesial

NMAA News – Perusahaan otomotif BMW mengumumkan tidak akan melanjutkan produksi M2 seri F87 pada 2020 lalu. Padahal secara tampilan dan performa sedan coupe yang digali ulang M Performance tersebut begitu potensial. Namun, penerusnya digantikan dengan BMW Seri 2 dan seri F22.

Bobotnya yang ringan dengan dimensi bodi kompaknya mampu menghipnotis Adnan selaku salah satu pemilik BMW M2 seri F87 lansiran 2018/2019 ini. Kepada NMAA Media, dia berbisik langsung kepincut dengan tampilan sporty nan seksi berlabur kelir mineral grey ini semasa masih baru. Bahkan, belum juga menebus mobilnya di diler, serangkaian part aftermarket sudah disiapkannya.

” Kita harus gerak cepat dong? Jadi pas mobil dateng semua tinggal colok hahaha,” sembari membuka percakapan di penghujung Senin, (3/5/2021).

Membangun mobil satu ini dijalani Adnan tanpa kendala dengan estimasi pengerjaan 2 sampai 3 bulan saja. Ia justru membuka clue pertama dengan menyebut ubahan performa dan tampilan sebagai ‘pemanis’.

“Unit M2 satu ini terbilang cocok dengan tampilan sporty dan bodi rampingnya. Apalagi berkutat di tengah padatnya kondisi jalanan Ibu Kota,” ungkap Adnan.

Dari spesifikasinya, memang BMW M2 hanya memiliki bobot 1.371 kilogram atau lebih ringan 200 kilogram ketimbang BMW Seri 2. Tak heran kalau nyaman bejek gas sampai putaran atas.

Lalu, apa saja ubahan modifikasinya? Secara tampilan memang tidak terlalu banyak dipasang perintilan, tapi jika dilihat lebih jeli kita bisa temukan beberapa part bodi berbahan carbon.

Dari mulai front lips besutan Vorsteiner, grill , side vent, dan side skirt buatan M Performance. Di bagian belakang ubahannya pun tidak terlalu mencolok dengan pemasangan diffuser Mtech, dan ducktail merek PSM menyatu dengan bodinya. Sebagai pelengkap dipasang emblem hitam bertuliskan M2, seolah menegaskan tipe mobilnya tersebut.

Beralih ke bagian tongkrongannya, terdapat ‘velg yang tidak pernah salah’ alias Volk Rays TE37SL berukuran ring 19×9.5 dan et 22 di roda depan dan ring 19×10.5 et 22 di roda belakang. Velg palang 6 tersebut memuat PCD 5×120 yang dijahit rapi dengan fitment ban natural.

Dibalik velgnya terdapat komponen big brake kit besutan Alcon dengan spek 6 pot 380 mm di roda depan, sedangkan roda belakang dapat ukuran 4 pot 380 mm. Nah, kaki-kakinya bagged sendiri ditunjang menggunakan airsus dari Airlift Kit F87.

Masuk ke ruang interior, kesan agresif bawaan M2 kembali menguat dengan pemasangan bucket seat merek Recaro Sporster CS berbalut kain suede Alcantara. Tampilan setir kemudi andalkan BMW Alcantara Steering Wheels dipadu Race Display Airlift Management 3H.

Tak cukup disitu, perangkat hiburan dilengkapi mengalami ubahan untuk kebutuhan trunk setup dan geraman bass maksimal. “Saya pilih FI audio dengan perangkat GZ (Ground Zero) full audio system, sangat puas dengan hasil audio dan high quality nya,”terang Adnan.

Jika dirunut penyempurnaan komponen pemanja telinga terdiri dari Amplifier GZ Titanium 5 channel dan Sub Woofer GZ Radioactive 12 inci. Sedangkan Modul plug & play masih mengandalkan bawaan BMW buatan Harman Kardon.

Foto: Jsonbw

Menyoal sektor dapur pacu masih mengandalkan mesin N55B30T0, 6 silinder segaris berkapasitas 2.979 cc M Twin Power Turbo. Di atas kertas, performanya diklaim mampu menyemburkan 370 dk, dengan torsi 465 Nm (500 Nm overboost). Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi 7-percepatan ke  dua roda belakang (RWD).

“Kalai performace parts-nya lumayan banyak ubahan. Dari mulai intercooler BMS (Burger Motor sport), air intake plus engine cover eventuri, dan chargepipe FTP,” urainya.

Foto: Jsonbw

Ubahan tersebut dilengkapi Eventuri Air Intake Carbon, Eventuri Engine Cover Carbon, Red Thermostat Lid, dan Red Thermostat Caps. Peranti Oil cooler dan billet oil filter juga menggunakan merek Burger Motor sport

“Berlanjut ke ubahan sektor gas buang seperti Downpipe dari Armytrix, FTP Chargepipe, dan IPE stainless exhaust F1,”tambahnya.

Apresiasi Lebih

Seluruh konfigurasi ubahan di BMW M2 F87 miliknya memang membuat Adnan cukup puas. Tapi, dia mengaku tidak melupakan jasa para tuner dalam menggali semua lini modifikasinya. Sebab, menunjukan jika karya modifikasi garapan anak bangsa semakin kompetitif.

“Modifikasi mobil ini sangat berkesan buat gue. Di tengah tren modifikasi proper sekarang ini kita sudah mampu bersaing dengan karya modifikasi luar negeri. Nah, harapannya para pelaku otomotif makin guyub dan mendapat apresiasi di negerinya sendiri,” tutup pria ramah ini sembari menandaskan sesi perbincangan.

Related Articles

Stay Connected

21,962FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles