Simak Cerita Dibalik Penggarapan Digimod BMW E39 528i Bergaya VIP Style

NMAA News – Modifikasi Digital atau akrab dikenal Digimod sekarang ini semakin digandrungi. Seiring berkembangnya perangkat lunak komputer dengan seperangkat fitur mampu memberikan detail lebih spesifik saat proses penggarapannya.

Sebelum hadir wujud modifikasi aslinya, tim Ridwan Hanif dan National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) mengandalkan Digimod untuk memproyeksikan tampilan BMW E39 528i tersebut.

Hingga akhirnya dimenangkan oleh salah seorang petrolhead pada ajang Road to IMX 2021: Makassar, Sabtu (5/6/2021) lalu.

Foto: NMAA

“Terimakasih untuk NMAA telah mempercayakan Digimod BMW E39 ini. Jujur, saya sangat bangga bisa melihat hasil modifikasinya. Ternyata lebih keren dari versi render jadinya. Salut buat NMAA dan beberapa brand lain yang terlibat dalam pembuatannya,” ucap Kreator Digimod Irvan Adi Pratama kepada NMAA Media, Senin (7/6/2021).

Dia mengatakan, beberapa referensi modifikasi dari karya Digimod tersebut mendapat banyak inspirasi dari tuner aftermarket atau in house tuner BMW. Antara lain Racing Dynamics, Alpina, hingga model body kit besutan M Division.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ivan CSX Studio (@ivancsxstudio)

“Supaya sesuai dengan tampilan elegan mobil Eropa pada umumnya juga menonjolkan kesan sporty mengandalkan ubahan minimalis,” lanjut dia.

Sentuhan modifikasinya tergolong jamak, dari mulai pemilihan warna bodi carbon grey serta sisipan aksen striping. Kesan mewah dan sporty dipertegas dengan pemasangan body kit meliputi front lip dan rear lip. Sedangkan sektor kaki-kaki dibuat merunduk tapi tetap fungsional mengandalkan daya topang airsus dengan versi asli menggunakan produk Airlux Suspension.

“Supaya dapat menunjang tampilan elegan dan mewah, saya coba aplikasikan pakai velg lebar dengan jumlah spoke yang cukup banyak. Akhirnya pilihan jatuh kepada merek aftermarket lokal Torsion Wheel tipe Turing berukuran 20 inci,” jelas Irvan.

Tren Digimod

Modifikasi virtual memang ide dan gagasan minimal konsep kasar modifikasi. Tapi bisakah tampilan visual tersebut terlihat lebih nyata ?

“Biasanya mengacu ke aliran realistis. Sejumlah aspek diperhatikan seperti mengatur komposisi cahaya, komponen-komponen mobil, juga tingkat detail dan proporsi,” ungkap Irvan.

Oleh karena itu, menyempurnakan tampilan desain supaya dapat setara dengan tampilan foto mobil real masih tergolong rumit.

Disamping perkembangan teknologi dan informasi karya Digimod sudah banyak yang mendekati syarat aliran realistis.

“Selain mudah diaplikasikan, parts yang terpasang tinggal mix and match saja,” paparnya.

Namun, kembali lagi dengan selera para Digimod Artist. Itu sebabnya ada yang membuat ultimate concept dari mobil tertentu,  menyenadakan dengan part modifikasi yang tersedia atau membuat karya yang dapat menjadi trend setter.

” Beberapa Digimod Artist profesional di luaran sana kalau menggarap format 2D masih pakai pentab dan Adobe Photoshop. Sedangkan Digimods 3D justru lebih banyak variasi software  ketimbang gear yang dipakai,” tutup Irvan.

Related Articles

Stay Connected

22,069FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles