NMAA News – Para tuner aftermarket sebetulnya sudah sering memberikan opsi modifikasi pada unit Chevrolet Corvette C8 Stingray. Sejumlah aksesoris bolt-on juga disuguhkan supaya dapat menghasilkan tampilan eksklusif bagi pemiliknya.
Dari mulai spoiler, komponen suspensi, atau full body kit. Patut disayangkan, hingga saat ini di antara para tuner jarang menyentuh ubahan pada sektor jantung pacu.
Padahal, bisa saja para tuner menyematkan supercharger atau turbocharger ke C8. Ubahan tersebut biasanya ditempuh dengan meracik ulang sistem ECU atau menyuntikan Piggyback aftermarket meski tergolong kompleks dengan banderol harga tinggi.

Oleh karena itu, modifikasi mesin Corvette C8 Stingray jarang muncul ke permukaan. Sejauh ini, tidak ada yang tahu cara menyetel ECU untuk memungkinkan pemetaan MAF atau parameter khusus lainnya.
Diketahui, pihak General Motors selaku produsen Corvette C8 menyematkan sistem keamanan pada ECU. Meski bisa diakali, tidaklah mudah menemukan konfigurasi setelan yang sesuai.
Kasus ini bukanlah hal baru. Sebelumnya, Nissan GT-R R35 juga menerapkan hal yang sama. para Takumi (mekanik GT-R) membekali sistem ECU permanen tanpa bisa ‘diretas’. Hal ini turut memotivasi mantan insinyur NASA meracik ulang performa di unit R35.

Kesungguhannya tersebut membuahkan hasil memuaskan yang akhirnya diumbar ke publik. Tak lama setelahnya, pihak Nissan menyadari jika tuning mesin merupakan tren yang tidak bisa dipisahkan dari kultur modifikasi.
Hal tersebut tidak dilirik sama sekali oleh General Motors. Dalam sebuah wawancara dengan Muscle Cars & Trucks, Kepala Insinyur Eksekutif Corvette, Tadge Juechter pada dasarnya mengatakan bahwa para tuner biarlah berjalan sendiri.
“Kru aftermarket sangat berbakat dan banyak akal. Keinginan kami adalah menjadikan mobil ini anti-retas sekuat mungkin untuk melindungi pelanggan kami,” kata dia.

