NMAA News – Di pasaran otomotif, velg bekas menjadi barang yang patut diperhitungkan. Pasalnya penjualan tiap tahun terbilang kompetitif, data di pasar juga dapat melonjak drastis. Lihat saja harga untuk sebuah velg aftermarket Jepang, Rays, Enkei, hingga Weds Sport beberapa tipenya juga bisa disebut rare. Apalagi jika velg second copotan dari mobil Eropa.
Saban hari, masih banyak car enthusiast yang berebut komponen spare part mobil hingga ke pojokan pasar loak. Hal tersebut menjadi opsi alternatif untuk mendongkrak tampilan mobil sesuai selera modifikasi yang digemarinya.
Mencari velg bekas pakai memerlukan attention to detail sebelum dipasang ke mobil kesayangan. Karena, tak mudah dapatkan velg bekas impian dengan kualitas yang baik. Terlebih lagi, kondisi jalan berlubang di sejumlah kota di Indonesia pastinya berdampak pada kondisi velg. Karena itu baca tips ini dulu sebelum beli velg second.
Velg Peang

Peyang biasanya jadi penyakit wajib yang diderita setiap velg. Biasanya kondisi ini dapat terlihat pada bagian lips atau barrel yang disebabkan dinding ban tidak dapat menahan benturan dengan baik. Alhasil kedua bagian tersebut jadi tumpuannya.
Velg peyang yang berkategori berat sebaiknya jangan dibeli karena bakal berdampak besar saat kita berkendara. Nah, untuk melihat apakah velg peang atau tidak ada triknya, yaitu perhatikan saja bekas ban pada dinding velg bagian dalam. Apabila garis bekas ban terlihat melengkung, sudah dapat dipastikan velg mengalami peang.
Meski sudah diperbaiki tidak menjamin velg tidak peang lagi. Karena jika velg ketika sudah di repair akan disetel balance menjadi 0 kembali.
Sudah di Repaint

Waspadai kalau velg bekas sudah mengalami pengecatan ulang (repaint). Karena itu perhatikan dengan seksama bagian lips luar, dalam, dan bagian tengah (badan velg). Pemeriksaan ini untuk mengetahui kadar kerusakan velg, karena jika velg sudah pernah direparasi, takmampu mengembalikan kondisinya seperti baru.
Karena itu, hindari velg yang memiliki kejanggalan seperti bergelombang dan kasar karena dapat dipastikan titik tersebut merupakan bekas las akibat retak atau pecah yang direkondisi. Hasil repaint justru akan menghasilkan permukaan cat pada velg seperti kulit jeruk. Atau mengembalikan warna dengan menerapkan opsi high polish.
Begini Dua Cara Bikin Pelek Aftermarket Jadi Bisa ‘Ngaca’
Periksa Nat Velg

Periksa nat atau garis konstruksi di bagian dalam velg. Setiap velg pasti memiliki bagian tersebut, namun desain nat biasanya berbeda-beda tapi memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai “tulang” atau konstruksi penguat velg. Perhatikan secara detail apabila ada bagian nat yang terputus atau sengaja ditutup. Jika ini terjadi, perlu diwaspadai pernah terjadi sesuatu pada bagian tersebut.
Balancing Velg

Tips terakhir mungkin agak sulit dilakukan, karena biasanya sang penjual enggan mengabulkan permintaan untuk membawa velg ke tempat balancing. Ingat, tahapan ini wajib dicoba karena inilah cara paling akurat memastikan kondisi velg incaran apakah dibalik tampilan kinclongnya. Lakukan proses balancing secara normal. Apabila velg membutuhkan banyak timah untuk mendapatkan angka balancing 0 atau seimbang, sebaiknya hindari velg tersebut.
Sejauh ini, tampilan velg yang sedang tren di kalangan modifikator sebetulnya tak banyak berubah. Alias masih berkutata di segi ukuran dan warna. Semisal velg yang dipernis menjadi Anodize Colour. Selain menghasilkan warna lebih berani, juga dapat memperindah tampilan sektor kaki-kaki menjadi lebih eye catching dan kekinian.

