NMAA News – Perusahaan mobil asal Amerika Serikat (Jeep) mulai terbuka terhadap tren elektrifikasi global. Sebagai bagian dari Stellantis, Jeep dikabarkan tengah menyiapkan teknologi mesin terbaru mereka.
Merek spesialis off-road ini diketahui mulai mengakhiri mesin pembakaran konvensional mulai 2030 nanti. Seperti yang dikatakan oleh CEO Jeep, Christian Meunier percepatan produksi kendaraan elektrifikasi menjadi fokus mereka.
“Saya pikir diesel di Eropa akan menghilang, dan Eropa benar-benar akar dari mesin diesel,” katanya kepada CarAdvice belum lama ini.

Dia mengisyaratkan mesin diesel dapat dihentikan oleh pabrikan memasuki akhir dekade ini. Lantaran, keputusan tersebut tidak hanya berlaku di Amerika Utara, melainkan seluruh pasar global secara perlahan.
“Karena itu, sangat jelas bahwa volume penjualan diesel akan berkurang secara signifikan. Tapi apakah itu berarti kami akan berhenti total menawarkan solar? Tidak, saya pikir akan ada transisi mulai sekarang hingga 2030, dan itu akan bervariasi menurut pasar,” ucap dia.

Kabar tersebut ibarat dua mata pisau. Di sisi lain karena alasan ekologi, sejumlah pabrikan beralih menggunakan mesin hybrid maupun listrik. Tapi banyak pelanggan mereka yang kecewa lantaran mendengar V8 menghadapi nasib yang sama.
Dari rumor yang beredar, mesin delapan silinder berikutnya mulai ditinggalkan. Diprediksikan mereka mulai menyediakan motor listrik (powertrain) dengan konfigurasi empat silinder maupun enam silinder hybrid.

