Langkah Tepat dan Aman Menggunakan Mobil Bertransmisi Otomatis

0
- Advertisement -

NMAA News – Mengemudikan mobil dengan transmisi otomatis atau matik selain lebih mudah dikendarai juga memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya kebiasaan sebagai driver,  menggunakan kaki kiri saat menginjak pedal rem. Padahal hal tersebut jelas salah besar lantaran membahayakan pengemudi serta penumpang lainnya dalam melakukan perjalanan.

Melakukan pengereman menggunakan kaki kiri dapat menimbulkan missed feeling dan berbahaya. Pengemudi juga secara tidak sengaja menginjak pedal rem dan gas di saat bersamaan. Hal ini dapat mempersingkat usia komponen seperti clutch pada transmisi otomatis.

Pasalnya pada posisi itu kopling dalam kondisi bekerja atau berputar, tetapi daya geraknya ditahan tekanan rem,” papar Samsudin, Aftersales Support – Astra Peugeot.

Driver yang terbiasa menggunakan mobil transmisi manual, kaki kiri mereka sudah terbiasa menginjak tuas pedal kopling sangat dalam. Namun bila dilakukan hal serupa terhadap pedal rem saat menggunakan mobil matic, dikhawatirkan mobil akan berhenti secara mendadak. Jelas hal ini membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Menurut Samsudin, kadar feeling antara kaki kanan dan kiri saat melakukan pengereman dengan mobil matic sangat berbeda. Apalagi saat mengoperasikan mobil manual, kaki kanan lebih aktif buat tekan pedal rem. Sehingga sebaiknya selalu gunakan kaki kanan untuk mengoperasikan pedal gas dan pedal rem secara bergantian.

Demikian pula mengenai hal perawatan. Sepintas memang, seolah mobil matic tanpa perawatan. Hampir sebagian besar pengguna mobil matic mengganggap tanpa perawatan dibanding mobil bertransmisi manual.

Mobil bertansmisi otomatis juga butuh perawatan sistem transmisi. Yaitu perawatan terhadap oli transmisi, di mana oli transmisi jaman sekarang sudah memakai jenis LONG LIFE yang memiliki usia pakai panjang dan hanya menambah jika terjadi kekurangan yang disebabkan kebocoran.

Namun untuk menjaga agar transmisi kendaraan lebih awet dan performa lebih terjaga, tetap disarankan agar oli transmisi diganti per 40 ribu kilometer karena kondisi lalu lintas dan suhu udara tinggi.

- Advertisement -