Ban Masa Depan Michelin Mulai Diuji di Unit Mini Cooper SE

0
- Advertisement -

NMAA News – Tingginya limbah produksi ban bekas tiap tahun di tempat pembuangan, banyak penyebabnya. Mulai dari kempes dan kehilangan tekanan sangat cepat, sampai keausan yang tidak teratur, diakibatkan oleh tekanan ban yang buruk.

Persentase tersebut setara dengan total 200 juta ban yang tidak mampu memenuhi tujuan produknya. Artinya, ada potensi pemborosan luar biasa dalam hal biaya, bahan, serta energi yang digunakan dalam produksi ban.

Masalah keberlanjutan itulah yang menjadi dasar utama Michelin dalam menciptakan prototipe Unique Puncture-proof Tire System, atau dikenal sebagai Uptis.

Diperkenalkan sebagai konsep ban fututistis pada 2019, Uptis memiliki proses pengembangan yang dimulai sejak satu dekade silam. Sebelum resmi diluncurkan nantinya, Kenali dulu bagaimana ban satu ini bekerja saat dipasangkan pada Mini Cooper SE – dari unggahan video di kanal YouTube Mr. JWW.

Video tersebut menunjukan Mr. JWW yang sedang mewawancarai Cyrille Roget, Direktur Komunikasi Teknis dan Ilmiah Grup Michelin. Dia tampak antusias bicara inovasi perusahaannya dan berbagi pengetahuan tentang konstruksi ban tersebut.

Menurut Roget, Uptis terdiri dari sabuk dan jari-jari, dengan elemen terakhir terbuat dari sejumlah fiberglass tipis dan kuat untuk menopang bobot kendaraan. Demi melindungi penemuan mereka ini, Michelin rupanya mengajukan 50 hak paten dalam pengembangannya.

Baca Juga: Michelin Hadirkan Teknologi Velg Futuristik Tahan Benturan

Mr JWW kemudian melakukan test drive dengan Cooper SE yang sudah dipasangi Uptis. Ini momen yang cukup spesial, karena dia salah satu orang pertama di luar Michelin yang mengujinya pada mobil.

“Uptis bisa dibilang konsep brilliant, dan kami tidak bisa tidak membayangkan respons publik ketika produk tersebut mencapai pasar pada 2024, seperti yang ditargetkan perusahaan,” lanjutnya.

Sebagai catatan, Michelin Uptis bukanlah upaya pertama dalam menciptakan ban tanpa udara. Beberapa perusahaan lain sempat mencoba menciptakan produk serupa. Namun, pada tingkat ini, sangat mungkin bahwa dia akan menjadi ban airless pertama yang ditawarkan untuk konsumen umum.

- Advertisement -