Sering Alami Jebol, Ini Fungsi Apex Seal di Mesin Wangkel Rotary Mazda

NMAA News – Pemberitaan mesin wangkel rotary Mazda sebagai generator (range extender) di unit Mazda MX-30 terbaru sudah dikonfirmasi pabrikan. Hal ini menunjukan fungsi mesin rotary yang dikenal berdimensi kecil tapi bisa menghasilkan tenaga dahsyat akan kembali sebagai penghasil daya listrik.

Seperti diketahui, selain memiliki minus karena menghasilkan gas buang tidak ramah lingkungan. Salah satu penyebab krusial yang kerap terjadi di mesin pembakaran tanpa piston tersebut diantaranya berasal dari apex seal.

Bagian ini bercokol di setiap sudut rotor untuk memberi sekat kompresi dan pembakaran di setiap sisi rotor tersebut. Kemudian, apex seal juga memberikan fungsi tetap menjaga rotor tetap kedap udara supaya mesin dapat melakukan kompresi dengan takaran tepat.

Foto: Ist @rsproject86 / autoevolution

Misalnya dalam beberapa kasus mobil bermesin Rotary mengalami masalah sehingga tidak bisa menghidupkan mesin. Ini biasanya terjadi karena adanya masalah pada sistem pengapian. Untuk menyelesaikan masalah tersebut mesin Rotary baru memiliki solusi struktur pengapian anyar. Selain itu Mazda pun mengubah desain apex seal. Pasalnya pada desain lama memungkinkan terjadinya kebocoran, sehingga seal dibuat fleksibel untuk mencegah terjadinya kebocoran.

Mazda sendiri sudah memakai mesin Rotary sejak 51 tahun silam. Mesin ini terbilang spesial karena tidak memiliki piston, alih-alih kinerja internalnya hanya mengandalkan besi yang berputar di dalam. Karakter tenaganya spontan, maka tak heran hanya membutuhkan kapasitas mesin kecil untuk meraih tenaga yang besar. Contohnya Mazda RX-8 yang cuma 1.300cc tapi tenaganya bisa mencapai 238 hp!

Foto: motor1.com / Mazda

Prinsip kerja mesin Rotary berbeda dengan mesin piston konvensional. Karena, menggunakan sebuah rotor berbentuk segitiga dengan housing berbentuk oval. Ketika rotor ini berputar, akan menghasilkan tenaga pada setiap putaran 360 derajatnya. Sehingga, menghasilkan respons tenaga mesin lebih baik, dan putaran mesin lebih halus pada putaran tinggi. Hal inilah yang sulit untuk didapatkan dengan mesin piston konvensional.

Secara teknis, saat mesin menyala, apex seal melakukan kontak dengan sisi dalam housing rotor sehingga kinerjanya harus disokong dengan oli. Apabila pemilik mobil rotary kurang keep up dengan olinya, apex seal ini bakal cepat terkikis dan rusak.

Kalau salah satu apex seal ‘jebol’ atau terkikis, maka dua dari tiga sisi rotor akan kehilangan kompresi dan pembakaran menjadi lebih sulit tercapai. Penggantian komponen simpel ini memakan waktu dan uang sob karena harus menurunkan dan membuka mesin untuk mengakses rotor.

Related Articles

Stay Connected

22,587FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles