Penting, Pahami arti Kode Oli Mesin dan Penggunaanya di Mobil Anda

0
Foto: NMAA
- Advertisement -

NMAA News – Bagi Anda yang sering servis atau ganti oli mobil pastinya pernah melihat botol oli dengan berbagai kode dan angka yang ada di cover luarnya. Bagi yang ingin memahaminya, berikut kode yang dipakai pada oli mesin secara umum.

Arti Kode SAE

Ada 3 jenis oli sintetis sering dipakai. Oli sintetis 10W-40 di produk H-Tech 100 atau 300V Chrono. Oli jenis ini direkomendasikan dipakai mobil mesin bensin, oli jenis ini juga dapat digunakan di mobil bermesin diesel, mesin turbo, atau dilengkapi catalytic converter.

Khusus mobil lansiran baru, biasanya pabrikan menyarankan penggunaan oli encer. Misalnya memiliki viskositas  mulai dari 0W-20, 5W-20 hingga 10W-40. Makin rendah angkanya, maka oli pun semakin encer.

Kode belakang merek oli tersebut ada ‘SAE’ atau Society of Automotive Engineer yang merupakan standar kekentalan oli secara global. Semakin kecil angka SAE, semakin encer oli tersebut di kondisi tertentu. Oli encer lebih bagus karena membuat kerja mesin lebih enteng, bertenaga, dan irit bahan bakar.

Foto: Motul Indonesia

Sementara huruf W merupakan ‘Winter’ atau musim dingin. Tergantung angka berada di depan huruf W, semakin kecil angkanya maka akan semakin tahan oli bekerja di suhu dingin. Kode 0W merupakan angka paling rendah. Oli lebih tahan di cuaca dingin seperti di pegunungan dan tidak mengental yang bisa menyulitkan saat start mesin.

Sedangkan angka di belakang kode merupakan tingkat kekentalan oli saat mesin beroperasi. Semakin encer, semakin kecil angkanya dan semakin enteng tarikan mesin, sehingga lebih bertenaga dan irit bahan bakar.

Arti Kode API Service

Di belakang kode SAE, masih terdapat lagi kode API Service sebagai kode kualitas dari oli. Semakin mendekati huruf Z, semakin bagus kualitas oli tersebut. Oli Motul sudah memenuhi standard API Service SN yang merupakan kode paling tinggi saat ini.

- Advertisement -