NMAA News – Baru-baru ini, pihak aliansi Renault-Mitsubishi-Nissan telah resmi mengumumkan rencananya untuk pengembangan mobil listrik hingga 2030. Untuk kebutuhan ini, ketiga raksasa otomotif tersebut secara bersama akan menggunakan budget fantastis sebesar USD 25,8 miliar.
Dikutip dari laman hypebeast.com, budget pengembangan tersebut guna pengembangan 35 model terbaru selama delapan tahun ke depan sekaligus menciptakan lima platform baru yang akan berbagi pada 80% penggunaan kendaraan untuk umum.
Lima platform dari kategori berbeda itu akan fokus pada pilihan anggaran, kendaraan kompak, kendaraan komersial, crossover, dan lebih banyak mobil kompak dengan fokus pada harga dan konsumsi energi yang lebih rendah.
Produk baterai yang sama juga akan digunakan di ketiga perusahaan itu. Sehingga aliansi ini bertujuan mencapai kapasitas 220 GWh pada akhir dekade sambil menurunkan biaya sebesar 50% pada 2026 dan 65% pada 2028, ketika baterai all-solid-state akan tersedia .
Selama empat tahun ke depan, grup ini juga bertujuan memiliki 25 juta kendaraan yang dapat memperoleh pembaruan over-the-air melalui sistem cloud-nya sendiri.
“Selama 22 tahun, kami telah membangun budaya dan kekuatan masing-masing untuk kepentingan bersama,” kata Ketua Aliansi Jean-Dominique Senard dalam pernyataannya. Menurutnya, aliansi berakselerasi memimpin revolusi mobilitas dan memberi nilai lebih ke pelanggan, karyawan, pemegang saham, dan semua pemangku kepentingan aliansi.
Ditambahkan oleh Jean-Dominique Senard, tiga perusahaan anggota telah menetapkan peta jalan bersama menuju 2030, berbagi investasi dalam proyek elektrifikasi dan konektivitas di masa depan.
“Ini adalah investasi besar yang tidak dapat dilakukan oleh ketiga perusahaan itu sendiri. Bersama-sama, kita membuat perbedaan untuk masa depan baru yang berkelanjutan dan global; Aliansi menjadi netral karbon pada tahun 2050,” pungkas Jean-Dominique.

