NMAA News – Toyota Land Cruiser memiliki sejarah panjang di jajaran Sport Utility Vehicle (SUV). Kiprahnya bahkan sejajar dengan model SUV asal Amerika dan Eropa begitu ditunjuk sebagai armada militer perang di dekade 1950-an.
Memasuki 1980-an, di tengah krisis minyak dunia saat itu permintaan Toyota Land Cruiser justru meningkat. Setelah membangun merek selama puluhan tahun, Toyota memberi penyegaran cukup masif dari dimensi bodi, mesin, serta tampilan timeless dan ramah. Disebutkan, jajaran Land Cruiser 60 series yang diproruksi pada 1980-1989 ini merupakan salah satu mode favorit konsumen.
Memoar kesuksesan 60 series akhirnya menginspirasi tuner spesialis restomod asal Jepang, Flex melahirkan lini produk konversi LJ60 series bernama Renoca. Melalui pendekatan dengan cita rasa retro Renoca menghadirkan paras lawas dengan memproduksi part konversi. Misalnya lampu depan, grill, dan sejumlah panel.

Uniknya, part tersebut diproduksi dengan fabrikasi ulang sehingga terlihat mirip dengan part aslinya. Dimulai dari kap mesin berbahan baja, rumah lampu depan, bumper depan, dan satu set fender.

Dilanjut sentuhan krom lawas, grill, emblem Toyota, bodywork, velg, serta personalisasi sesuai keinginan konsumen. Senada dengan ubahan luarnya, bagian ruang kabin juga dibuat resik.
Sebab, Renoca memberi sentuhan period correct atau modifikasi sesuai tren yang berlaku di era 80an. Seperti hadirnya pelapis kulit untuk seluruh jok dan setir kayu palang 3 merek Nardi. Atau menambah layar sentuh infotainment yang bisa terhubung dengan gadget.

Paket konversi ini dapat terpasang secara mudah di unit Toyota Land Cruiser J80 (1990), J90 Prado (1996) dan J100 (1999). Sementara itu, perombakan di sektor suspensi, roda, dan aksesori tambahan bisa dipilih konsumen.
Adapun, harga untuk paket konversi bodi tersebut dibanderol mulai 20,300 atau setara Rp 296 juta dalam kurs rupiah dan $27,140 USD atau setara RP 396 juta. Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim ke negara tertentu.

