Jangan Sampai Keliru! Ganti Oli Bukan Mengacu pada Jarak Tempuh

- Advertisement -

NMAA News – Bagian vital di mobil berjenis pembakaran internal tentunya memerlukan sistem pelumasan terbaik. Pasalnya, mewujudkan kondisi tersebut, mengharuskan penggantian oli secara berkala supaya kinerja meisn tetap bekerja optimal.

Karena itu, acuan ganti oli sebetulnya tidak selalu dipatok pada raihan jarak tempuh tertentu. Meskipun tiap pabrikan memiliki standar dan mengharuskan pemiliknya untuk mengganti oli pada jarak tempuh tertentu.

Para pemilik mestilah lebih peka terhadap kondisi mesin mobilnya terutama memerhatikan kondisi oli. Idealnya, khusus mobil yang jarang digunakan bisa mempengaruhi tindakan pemilik. Akhirnya, mobil dibiarkan mencapai jarak 10.000 Km.

Padahal, kondisi ini memicu kerusakan serius. Sebab, oli yang lama berada di dalam mesin justru dapat mengendap dan menyebabkan kerak. Dua hal ini biasanya berpengaruh terhadap mesin dan performa sistem pelumasan.

Ada baiknya, para pemilik mobil mesti mengecek kondisi oli mesin atau mengganti minimal enam bulan sekali. Agar memastikan tidak muncul kerak pemicu penurunan performa.

Pengecekan rutin pada oli mesin juga terbilang mudah. Cukup melihat dari dipstick, ketinggian volumenya berkurang atau kualitas oli menurun bisa diketahui. Apalagi, bagi Anda yang bersiap melakukan perjalanan jauh andalkan mobil pribadi.

Lebih baik, pengecekan oli mobil dilakukan saaat kondisi mesin dalam keadaan dingin, atau belum dipanaskan. Meski banyak yang menyarankan pengecekan dilakukan setelah memanaskan mesin mobil, lantaran membiarkan proses lubrikasi berjalan baik.

Setelah dipstick dicabut akan terlihat sampel oli yang menempel pada bagian ujung. Perlu diketahui ujung dipstick terdapat tanda-tanda untuk menganalisa.

Foto: mediaNoria

Meski begitu, analisa belum bisa dilakukan saat pertama kali dipstick dicabut. Ujung dipstick mesti dilap terlebih dahulu dengan kain bersih, lalu dicelupkan lagi, setelah diangkat untuk yang kedua kalinya baru analisa bisa dilakukan.

Tanda yang umum terdapat pada ujung dipstick berupa huruf ‘F’ (full/penuh) dan ‘E’ (empty/kosong). Di antara kedua huruf itu terdapat garis-garis yang menandakan volume oli.

Jika oli yang menempel pada garis antara minimum dan maksimum, sebetulnya volume oli masih aman. Nah, sedangkan level oli ada di garis minimum, kita boleh tambahin. Tapi syaratnya oli harus sama dengan oli sebelumnya.

Foto: motul.com

Oli merupakan komponen yang bekerja melapisi bagian metal pada internal mesin untuk menjaganya dari saling menggesek dan menghancurkan satu dengan yang lain. Sangat penting menjaga kualitas oli agar kesehatan mesin tetap terjaga.

Oli direkomendasikan diganti berdasarkan periode tertentu dengan patokan jarak tempuh yang tertera pada odometer. Idealnya oli mobil diganti saat sudah digunakan setiap 5.000 km – 10.000 km.

Produk oli juga berpengaruh terhadap kemampuan performa mesin dan efisiensi bahan bakar. Karena pelumas akan bekerja sesuai performanya agar kinerja mesin enteng dan minim gesekan, yang berefek pada tingkat konsumsi BBM. Hal utama yang sering terabaikan oleh si pemilik, utamanya mengenali tingkat kekentalannya (SAE) dari oli.

Khusus mobil lansiran baru, biasanya pabrikan menyarankan penggunaan oli encer. Misalnya memiliki viskositas  mulai dari 0W-20, 5w-20 hingga 10W-40. Makin rendah angkanya, maka oli pun semakin encer.

Sebagai oli berbahan dasar sintetis, produk oli Motul mampu membuat tarikan mobil makin enteng, ringan, dan lembut. Dengan spesifikasi dimilikinya, produk oli Motul mampu mengoptimalkan kinerja mesin  dan menghasilkan efisiensi bahan bakar lebih hemat. Selain untuk mesin bensin, oli jenis ini juga dapat digunakan di mobil bermesin diesel, mesin turbo, atau dilengkapi catalytic converter.

Related Articles

Stay Connected

22,935FansSuka
0PengikutMengikuti
3,432PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles