Mazda RX-7 FD Ngotot Pertahankan Mesin Rotary, Jago Berdansa di Atas Aspal

0
Foto: NMAA
- Advertisement -

NMAA News – Merawat mesin Wangkel Rotary memang tidaklah mudah. Kesulitan mendapat spare part dan ketersediaan bengkel tuning spesialis jadi pertimbangan para pemilik mobil bermesin rotary terutama Mazda RX-7.

Padahal, potensi modifikasi mesin tanpa piston ini dulunyasering diandalkan di ajang balap lantaran potensi tenaganya yang besar. Contohnya One-Hit Wonder Cars, Mazda 787B sang juara balap ketahanan Le Mans 1991.

Saat ini Drifter profesional Mike Widdett alias Mad Mike masih mengandalkan Rotary 4 rotor plus turbocharger Garret di Mazda 3 besutannya untuk Pikes Peak 2023. Potensi tenaga disebutkan mencapai 1.200 HP!

Foto: NMAA

Berbicara soal mesin rotary di Indonesia, belakangan ini cukup ramai diperbincangkan lagi. Terutama RX-7 FD besutan bengkel modifikasi XS Automotive, Jakarta yang disebut sebagai mobil balap bersuara paling lantang.

Alasan build mesin ini cukup unik. Mengingat rotary punya suhu panas, dapur pacu 4 rotor (26B) dibiarkan tetap Naturally Aspirated (N/A) tanpa Turbocharger atau Supercharger.

Supaya mesin duduk sempurna, ada beberap perubahan seperti bagian cross member, frame depan, piping dan tentunya pemasangan radiator untuk mendinginkan suhu mesin. Kabarnya build mesin rotary 26B ini dapat di rev hingga 12.000 rpm.

Apalagi rotary terbilang ringkas, hanya memerlukan rotor housing dan rotor itu sendiri. Berbeda seperti mesin piston pada umumnya.

Buat meladeni peningkatan tenaga mesin, sektor kaki-kaki ditopang pelek Work Kiwami CR2P yang memadukan warna bronze pada palang dan lips hitam.

Foto: NMAA

Dimensi pelek dipilih (19×9.5+11) berbalun ban Advan Neova. Racikan sektor roda menyembunyikan part penjinak tenaga alias Big Brake Kit (BBK) berupa piringan rem AP Racing 380 mm dilengkapi kaliper 6 piston.

Seluruh bagian roda memberikan estetika fitment menarik didukung pemasangan air suspension Prazis untuk membuatnya nyaman menyesuaikan ketinggian suspensi.

Melirik ke bagian bodi, rupanya punya sebuah visual impact menarik dan memicu ingatam nostalgia. Warna kelir Candy Red dikombinasi body kit racikan tuner spesialis rotary asal Jepang, RE Amemiya.

\Nuansa ala mobil balap Grand Turismo seketika muncul. Di bagian depan terdapat canard serat carbon yang terhubung dengan splitter. Bagian rumah lampu kini memilih model C West menggantikan model pop up headlight asli RX-7 FD.

Supaya napas mesin makin lega, kap kompartemen depan dipilih dari merek RE Amemiya yang juga mendukung pengurangan bobot mobil.

Foto: NMAA

Lanjut ke bagian sisi bodi, over fender serat carbon RE Amemiya membuat proporsi bodi RX-7 semakin kekar. Setidaknya penambahan mencapai 5-6 cm di masing-masing sisi. Fender besar ini disambungkan oleh side skirts di kedua sisi samping.

Sektor buritan punya nuansa dramatis dari wing belakang super besar yang memiliki lebar hampir dua meter.

Foto: NMAA

Masuk ke interior, dua buah jok Recaro sudah terpasang sempurna. Untuk membuatnya andal berdansa di aspal, mesin 4 rotor ini sudah menggunakan sequential girboks dan hand brake.

- Advertisement -