Selebrasi 30 Tahun, Super GT Terapkan Aturan Baru Demi Kurangi Emisi CO2

0
Foto: automesseweb
- Advertisement -

NMAA News Flash – Ajang balap prestisius di Jepang, Super GT genap berusia 30 tahun sejak pertama kali berlangsung pada 1994 silam. Awalnya, Super GT bernama All Japan GT Championship sampai akhirnya berubah menjadi Super GT pada 2005.

Membuka musim 2024, Super GT mengumumkan sejumlah perubahan regulasi di pameran Osaka Auto Messe. Sebelum memulai balapan pertama di Sirkuit Okayama International pada April 2024 mendatang.

Perwakilan GTA (GT Association) Masaaki Bando dan peraih gelar juara tahun lalu Sho Tsuboi menjadi tamu penting saat sesi talkshow Super GT.

“Tahun ini menandai peringatan 30 tahun Super GT. Musim ini juga, kami ingin menciptakan Super GT yang akan diwariskan dari generasi ke generasi, di mana banyak orang akan mengatakan bahwa itu menyenangkan, mereka ingin melihatnya. lagi, dan mereka ingin datang lagi,” buka Masaaki Bando.

Foto: automesseweb

Prioritas dalam aturan baru Super GT tahun 2024 menjadi landasan bagi SUPER GT Green  di tahun 2030.

Tujuannya untuk mengurangi separuh emisi CO2 dari keseluruhan seri. Di tahun ini, rencananya pengurangan emisi CO2 menargetkan kurang sekitar 50%.

Target tersebut turut mengubah penggunaan campuran bahan bakar netral karbon dan jumlah ban yang dibawa akan dikurangi satu set. Sedangkan untuk sprint 300 km hanya akan tersedia empat set ban kering.

“Kita perlu mengurangi jumlah ban yang kita gunakan, mempertimbangkan kondisi mulai dari pembuatan hingga daur ulang, dan juga memikirkan SDGs. Kita ingin produsen ban membuat ban yang bisa bertahan lama, bukan ban yang bisa berlari cepat,” ungkap Maasaki.

Foto: automesseweb

“Tahun 2022, kami akan menambah jumlah ban yang dibawa secara bertahap. Kami telah mengurangi jumlah ban. Kami mencapai jumlah ini setelah berbicara dengan tim dan produsen ban,” lanjutnya.

Maasaki mengatakan sprint 300 km hanya berlangsung dalam empat set.

Lalu sesi latihan hari Sabtu mewajibkan tiap mengganti ban baru. Aturan ini tentu akan mengubah sesi kualifikasi sore hari menjadi satu set dari dua pebalap tanpa penggantian ban.

Aturan baru juga mempengaruhi sistem kualifikasi musim. Dengan peringkat kualifikasi ditentukan oleh gabungan waktu dua pembalap A dan B, dan kedua pembalap menggunakan ban yang sama.

Lebih Nyaman

Merespon rencana tersebut, peraih gelar juara di kelas GT500 Sho Tsuboi berpendapat bahwa aturan baru Super GT akan lebih nyaman berkendara di paruh kedua balapan.

“Jika Anda menjadi yang pertama di Q1, semua orang akan mendapatkan ban baru dan kondisinya akan sama, sehingga perbedaan waktu akan terlihat jelas. Jika Anda berkendara di babak kedua, ban mungkin aus, jadi jika ada perbedaan waktu, Anda bisa menyalahkan ban,” beber Tsuboi.

Selain itu, karena kualifikasi merupakan kombinasi Q1 dan Q2, mungkin sulit untuk mengetahui siapa yang berada di posisi teratas.

“Jalan menuju tempat tersebut sangat padat, dan saya tiba dengan perasaan seperti ada banyak orang yang menyukai mobil. Saya pikir mungkin ada banyak penggemar yang tidak datang ke panggung tepat waktu,” ujarnya.

Foto: automesseweb

Mobil Balap

Selama 3 hari pameran, sejumlah mobil balap Super GT menjadi magnet pengunjung. Di antaranya XANAVI NISMO Z No. 23 tahun 2007, NSX-GT No. 99, dan Supra GT500 No. 90 GR terparkir rapi di pelataran gerbang depan Intex Osaka.

Foto: automesseweb

Ada juga beberapa mobil balap lain di gedung 6A booth SUPER GT, seperti juara kelas GT500 2018 No.100 RAYBRIG NSX-GT, BMC AIR FILTER No.88 JLOC Lamborghini GT3 di gedung 1, dan Osaka Toyopet Group No.60 Syntium LMcorsa GR Supra GT di gedung 5.

Foto: automesseweb

Tak terketinggalan 3 unit mobil balap baru seperti No. 99 CIVIC TYPE R-GT Concept 2023 di booth Honda/Mugen, SUBARU BRZ R&D SPORT No. 61 di booth Subaru/STI, dan juga ARTA Garaiya di booth AUTOBACS.

- Advertisement -