Komponen Slow Moving Sering Terabaikan: Umumnya Beri Tanda Sebelum Rusak, Begini Cara Deteksinya

0
- Advertisement -

NMAA News – Selama ini banyak tertenam di benak kita, perawatan kendaraan itu hanya sebatas ganti cairan (minyak/oli), busi, rem, perkabelan, air radiator, filter udara dan filter lainnya. Padahal selain komponen fast-moving tersebut, item slow moving penting diperhatikan.

Sesuai jenis dan statusnya yang lama diganti atau bisa untuk pemakaian lama, maka komponen slow moving ini akhirnya sering terbaikan pengecekan kondisinya. Padahal ada sejumlah suku cadang non-maintenance yang tak kalah penting diperhatikan.

Mekanik Peugeot yang lakukan perbaikan di bengkel Astra Daihatsu

Dari rata-rata kasus kerusakan yang terjadi pada komponen kendaraan, gangguan teknis skala besar biasanya diawali gejala ringan yang kerap diabaikan. Seperti bunyi besi beradu atau bergesek, getaran berlebih, kinerja mesin tidak normal, hingga munculnya berbagai rembesan.

Menurut Roni Agung, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cilandak, Jakarta Selatan, komponen slow moving itu umumnya sudah memberikan ‘sinyal’ atau tanda ke pemilik mobil, sebelum akhirnya benar-benar rusak.

“Komponen slow moving atau non-maintenance ini tidak memiliki interval penggantian tetap. Jika gejala ini ditangani lebih awal, kerusakan lanjutan bisa dicegah dan biaya perbaikan terkendali,” ujar Roni.

Kerusakan engine mounting. Karena masuk slow moving, jadi sering luput perhatian

Bukan Berdasarkan Kilometer, Tapi Kondisi Aktual

Berbeda komponen fast moving yang memiliki jadwal penggantian jelas, komponen slow moving atau non-maintenance ini diganti berdasarkan kondisi aktual. Umur pakainya dipengaruhi gaya berkendara, kondisi jalan, hingga kualitas dan faktor usia material.

Salah satu komponen slow moving yang perlu diperhatikan yakni engine mounting. Berfungsi meredam getaran mesin ke bodi, jika mulai aus, maka getaran mesin terasa lebih kuat. Terutama saat mesin langsam/idle atau saat perpindahan gigi.

Komponen kaki-kaki seperti lower arm, ball joint, dan tie rod juga patut diwaspadai. Tanda awal keausan biasanya berupa bunyi saat melintasi jalan tidak rata, setir terasa kurang presisi, hingga keausan ban tidak merata.

Pemeriksaan kaki-kaki yang kadang terabaikan

Wheel bearing juga termasuk komponen yang kerap luput perhatian. Kerusakan biasanya ditandai bunyi dengung yang meningkat seiring kecepatan kendaraan. Jika dibiarkan, kondisi ini memengaruhi stabilitas dan kenyamanan berkendara.

Pada kendaraan penggerak roda depan (FWD), drive shaft menjadi komponen penting lainnya. Bunyi “tek-tek” saat berbelok atau getaran ketika akselerasi bisa menjadi indikasi awal keausan.

Kondisi boot pelindung drive shaft juga harus dipastikan tidak sobek agar pelumasan tetap optimal. Bila karet boot pelindung ini dibiarkan sobek, maka debu atau kerikil halus menempel pada sambungan joint dan berpotensi merusaknya.

Selang Radiator

Selang Retak Bisa Picu Overheat Mendadak

Roni dari Astra Peugeot juga menyoroti kondisi selang (hose) kendaraan yang sering terabaikan, padahal bekerja dalam tekanan dan suhu tinggi.

Misalnya selang radiator yang biasanya terbuat dari bahan karet campuran. Ia dapat getas akibat panas sehingga mengeras, menggembung, atau retak seiring usia pemakaian. Jika sampai bocor, risiko overheat dapat terjadi secara tiba-tiba.

“Selang yang menunjukkan tanda penuaan sebaiknya diganti sebelum bocor. Tindakan preventif jauh lebih aman dibanding menunggu hingga terjadi kerusakan. Cara deteksinya mudah, cek tingkat kelenturan dan retak rambut yang biasanya muncul,” imbuh Roni.

Hal serupa berlaku pada selang sistem AC maupun power steering hidrolik. Kebocoran dapat menyebabkan performa pendinginan menurun atau pergerakan setir terasa lebih berat. Fatalnya apabila tak segera ditangani, menyebabkan kerusakan mekanis komponen power steering karena minyaknya habis.

Perawatan Preventif Lebih Hemat daripada Perbaikan Besar

Roni dari Astra Peugeot juga tegaskan pentingnya pemeriksaan berkala di bengkel resmi untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.

Pendekatan preventif -lanjut Roni- dinilai lebih efektif menjaga performa kendaraan sekaligus menghindari biaya perbaikan lebih besar di kemudian hari.

“Mengapa di bengkel resmi? Karena sudah ada SOP yang mengharuskan mengecek tidak hanya komponen fast moving, tapi juga slow moving parts dalam kurun waktu tertentu,” jelas Roni.

Dengan mengenali berbagai tanda awal keausan slow moving atau komponen non-maintenance, pemilik kendaraan dapat pastikan mobil tetap dalam kondisi prima serta aman digunakan dalam berbagai kondisi perjalanan.

- Advertisement -