NMAA News – Geliat perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle) di Eropa belakangan ini turut mengubah industri modifikasi dan aftermarket. Khusus di kalangan para tuner spesialis, mereka mulai menggali ulang potensi modifikasi di unit kendaraan EV. Sebab, tiga tahun ke depan seiring penerapan standar Emisi Euro 7 mobil konvensional bakal tersaingi. Tak lain dengan munculnya sejumlah mobil listrik yang mulai mengubah segmentasi pasar otomotif.
Bagi salah satu tuner spesialis BMW, Alpina kondisi tersebut belum terlalu berdampak bagi mereka. Pasalnya tuner performa asal Jerman ini mengkonfirmasi jika tren mobil listrik tidak begitu diminati bagi mereka.

Padahal, Alpina bisa disebut sebagai tuner yang didukung langsung oleh pabrikan BMW. Sejumlah karya mereka telah berkontribusi dalam meracik ulang lini produk BMW versi stock menjadi mewah dan bertenaga. Bahkan, Alpina juga ditunjuk melahirkan versi eksklusif BMW dan dijual secara terbatas.
Belum lama ini, CEO Alpina, Andreas Bovensiepen telah mengkonfirmasi sikap Alpina terhadap tren elektrifikasi. Dikutip dari laman BMW Today melalui Carbuzz, tuner spesialis satu ini justru menolak produk mobil listrik.
“Kami memiliki pelanggan terutama di Eropa yang berkendara 30.000 hingga 50.000 kilometer setahun. 9 bulan lalu kami melakukan survei pelanggan mengenai subjek hybrid dan BEV (kendaraan baterai-listrik). Dari survey tersebut para Pelanggan kami saat ini merasa tidak ada permintaan untuk model baterai-listrik,” ujar Bovensiepen.

Dia melanjutkan, mobil modifikasi garapan mereka dikhususkan bagi pelanggan yang ingin terlihat eksklusif dengan mobilnya dan nyaman digunakan jarak jauh.
“Ini juga karena jarak tempuh yang tinggi: Pelanggan Alpina, terutama di Jerman, ingin mengemudi cepat dan berakselerasi dengan kencang. Oleh karena itu, tentu saja, jarak tempuh masih menjadi masalah. Pelanggan kami biasanya menggunakan BMW Alpina sebagai kendaraan pertama mereka sebagai “mobil impian sehari-hari.” lanjut dia.
Bovensiepen mencontohkan, ketika mengendarai mobil BEV sensasinya tentu jauh berbeda dibanding mobil berkapasitas 8 silinder. Apalagi jarak tempuhnya mungkin dibatasi hingga 200 Km. “Terutama ketika saya ingin mengemudi dengan cepat. Itu tidak akan berhasil! Karena itu kami sengaja menahan. Pasar mobil listrik belum siap untuk pelanggan kami.”tukasnya.


